33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

PDIP Tegaskan Tak Ada Mahar Politik

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Terhitung ada 6 bakal calon gubenrur (bacagub) dan 19 bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang resmi masuk ke DPD PDIP Jateng. Mereka memperebutkan tiket rekomendasi dari Ketum PDIP untuk maju ke bursa Pilgub 2018.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto menegaskan tak ada biaya mahar politik dalam penjaringan bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi. Jika ada oknum yang menjanjikan rekomendasi dengan menyebutkan nilai mahar politik untuk segera dilaporkan.

“DPD tak bertanggung jawab jika ada mahar politik, karena memang tak ada mahar-maharan. Jika ada yang menawarkan, segera laporkan ke panitia penjaringan,” tegas pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Menurutnya, rekomendasi bisa didapat dengan berbagai faktor. Salah satunya punya angka survei elektabilitas dan popularitas tinggi. Karena itu, pihaknya meminta para bakal calon untuk segera bergerak. Melakukan sosialisasi di seluruh pelosok Jateng. Bisa saling komunikasi dengan tiga pilar, atau pasang spanduk.

“Silakan dulang elektabilitas dan popularitas, jangan sungkan mampir ke DPD atau DPC untuk jalin komunikasi. Karena kita selama penjaringan sampai rekomendasi tak ada namanya mahar politik,” tegasnya.

Tidak adanya mahar politik juga ditegaskan bacagub sekaligus Bupati Kudus Musthofa. Dia menampik soal isu mahar yang harus dibayarkan ke DPP PDIP demi mendapatkan rekomendasi dari ketua umum. Sebab, tiga kali dia mendapatkan rekomendasi mengikuti pilkada tidak pernah membayar sepeser pun.  “Nggak ada mahar politik. Saya tiga kali mendapat rekomendasi, tidak ada yang namanya mahar. Itu saya nglakoni sendiri, bukan katanya,” tegasnya.

Menurutnya, ketua umum pastj punya alasan matang mengenai sosok yang berhak mendapatkan rekomendasi. Musthofa pun siap menerima apa pun keputusan partai. Termasuk menjadi wakil petahana Ganjar Pranowo. “Sebenarnya saya mendaftar sebahai bacagub. Bukan bacawagub. Tapi kalau itu memang perintah partai, saya siap tegak lurus. Termasuk jika disuruh balik kanan (tidak mendapat rekomendasi, red),” ujarnya.

Sementara bacawagub yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pemalang, Junaidi juga mengaku selama mendapat rekomendasi dari PDIP tak pernah ada mahar politik. Dua kali dia menjabat Bupati Pemalang tak ada mahar politik.

“Kalau di PDIP selama ini tak ada mahar, kalau untuk konsolidasi menjadi tanggung jawab kader yang bersama-sama dengan para bakal calon. Saya diusung PDIP dalam rangka mendapat rekomendasi PDIP untuk Bupati Pemalang dua kali tak ada mahar, di Kabupaten Kota juga tak ada,” tegasnya.  (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Keberatan Proses Rekrutmen Perangkat Desa

UNGARAN–Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Semarang mengaku keberatan dengan sistem rekrutmen perangkat desa yang dilakukan saat ini. Pasalnya, hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), perangkat desa...

Gotong Royong Perlu Dilestarikan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Semangat gotong royong dalam bermasyarakat perlu dilestarikan agar tidak memudar. Gotong royong harus dilakukan bersama-sama tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras,...

Pengguna Tol Bawen-Salatiga Tetap Tinggi

UNGARAN–Meski tarif tol ruas Bawen–Salatiga terbilang mahal, namun penggunanya tetap tinggi. Seperti diketahui, besaran tarif ruas Bawen–Salatiga yang mencapai Rp 17.500. “Pada saat uji coba...

Belajar Matematika dengan Klino Babe

RADARSEMARANG.COM - ALAT peraga mempunyai fungsi menjadi perantara dalam memudahkan penyampaian informasi dari guru kepada peserta didiknya. Penggunaan alat peraga sangatlah membantu dalam mengkongkritkan...

Insya Allah Aku Lilo, Madrid

Saya lemes saat nulis ini. Bahkan sudah lemes sejak menit ke 30-an final Piala Champions itu. Lemes. Kesel. Kasihan. Pasrah. Akhirnya…. tawakkal billah…. barang...

Jalin Sinergitas Hadapi Terorisme

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak  menjalin kemitraan dan sinergitas dengan TNI Polri. Ini dilakukan antara lain melalui apel Banser serta sahur bersama dengan jajaran Kodim 0716 Demak...