26.3 C
Semarang
Jumat, 30 Oktober 2020

Lupa Matikan Tungku, 10 Rumah Ludes Terbakar

Must read

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

UNGARAN–Api melumat 10 rumah warga di RT 08/01 Desa Penawangan Kecamatan Pringapus hingga rata dengan tanah, Rabu (6/9) kemarin. Kebakaran diduga karena api tungku di salahsatu rumah yang ditinggal pemiliknya dalam keadaan masih menyala. Ke-10 rumah tersebut yaitu milik Yatimah, Napijan, Sumpeno, Ngatman, Kinem, Darto, Maji, Rusmini, Poyo dan Suliman.

Salah satu saksi mata Sutiatun, 40, warga RT 9/1 mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 09.00. Saat itu penghuni rumah pergi ke ladang. “Kondisinya digembok semua dari luar, semuanya ke ladang sejak pagi,” ujar Sutiatun.

Diduga, kobaran api dimulai dari rumah milik Suliman. Saat ditinggal pergi ke ladang, ia lupa mematikan api di dalam tungku di dapurnya. Api kemudian melumat bagian dapur rumah Suliman. Lokasi rumah yang sangat berdekatan, membuat kobaran api menyambar rumah yang lain. Apalagi, semua rumah terbuat dari kayu. “Api mudah menjalar ke rumah sebelahnya,” lanjutnya.

Saksi mata lain, Rusdiono, 56, warga RT 08/01 mengatakan sebelum api membesar dan melalap 10 rumah, ia melihat kepulan asap tebal dari bagian rumah Suliman. Rumah milik Suliman berada di bagian bawah. Seperti diketahui, posisi 10 rumah tersebut berundak ke atas dan berurutan. “Dalam kepulan asap tersebut juga terlihat api, karena angin kencang, api mudah menjalar ke rumah yang lain,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, Rusdiono lari untuk memanggil warga lain untuk berusaha memadamkan api. Kobaran api semakin menjadi. Dalam kurun 30 menit, kobaran api sudah melalap 10 rumah. “Dari rumah Pak Suliman yang di ujung timur merembet ke rumah Bu Yatimah, terus ke Pak Napijan hingga total 10 rumah,” katanya.

Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang tiba di lokasi kejadian dengan dua truk tangki. Proses lokalisir api dilakukan supaya tidak meluas dan menjalar hingga rumah yang lain.

Para petugas Pemadam Kebakaran sedikit mengalami kesulitan saat memadamkan api dikarenakan posisi rumah yang terletak di atas. Sekretaris Desa (Sekdes) Penawangan, Anang Patono menjelaskan api mudah menjalar ke rumah yang lain disebabkan sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. “10 rumah terbakar dalam waktu 30 menit karena mayoritas rumah terbuat dari kayu,” kata Anang.

Anang juga memperkuat dugaan api berasal dari tungku di rumah Suliman. “Masyarakat di sini (Penawangan), biasanya memasak memakai kayu bakar. Lalu memadamkannya pakai air,” katanya.

Karena api di tungku dirasa sudah mati, si pemilik rumah meninggalkannya dan pergi ke ladang. “Pemilik rumah merasa api sudah padam lalu ditinggal ke ladang dan akhirnya terjadi kebakaran,” tuturnya.

Pihak desa menaksir kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 750 juta. “Satu rumah kayu biasanya menghabiskan uang Rp 60 juta. Belum lagi ada sepeda motor dan barang elektronik serta uang warga yang biasanya disimpan di lemari juga hangus terbakar. Uang yang disimpan para warga ini kalau ditotal bisa puluhan juta,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) akan melakukan koordinasi dengan untuk membantu para korban kebakaran. “Untuk sementara, memberikan tempat tinggal sementara kepada para korban, serta memberikan bantuan sandang serta pangan,” lanjutnya.

Selain itu, penggunaan Dana Desa (DD) akan ia coba komunikasikan dengan Kepala Desa Penawangan untuk membantu korban kebakaran. Dari catatan pihak Pemdes, peristiwa kebakaran di desa tersebut sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Tahun lalu, juga pernah terjadi kebakaran tetapi hanya satu dan warga bergotong-royong untuk menyumbangkan dana dan tenaganya. Tetapi kali ini ada 10 rumah, nanti kami upayakan untuk memakai dana desa bisa atau tidak,” katanya.

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Semua penghuni rumah tidak di tempat dan sedang di ladang. Beberapa barang berharga seperti peralatan eletronik dan uang tunai yang disimpan warga di dalam rumah tidak bisa diselamatkan.

Kepala Dinas Satpol PP dan Kebakaran Tajudin Noor mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.15. Sebanyak dua unit mobil pemadam dan satu unit tangki air dari BPBD meluncur ke lokasi kejadian. “Juga kami kerahkan unit dari Tengaran. Sementara ada 10 rumah dan satu unit sepeda motor,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...