33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Lukis Suasana Alam di Pipa Pralon

Melihat Karya-Karya Seniman Kampung Sulhan Amin

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Kreativitas dibutuhkan seniman untuk berkarya. Kadang menggunakan bahan-bahan yang selama ini tak terpikirkan untuk menjadi karya seni. Seperti yang dilakukan Sulhan Amin.

AMIN menganggap seni sebatas ruang ekspresi, ruang menyalurkan bakat dan ruang berkreasi. Ia selama ini dikenal sebagai seniman lukis asal Dusun Karangluas, Desa Karangsari, Sapuran.

Ia tinggal di rumah sederhana, berukuran kecil dan terbuat dari kayu. Di sudut ruangabn tertata rapi puluhan lukisan. Sebagian digantung di dinding, sebagian lagi masih tergeletak di atas meja.

Lukisannya model lukisan realis. Sering ia membuat lukisan yang mirip foto hitam putih karena dilukis dengan pensil. “Saya suka ini, (lukisan) Gus Dur dan yang ini,” katanya sambil menunjuk salah satu lukisan yang tak lain wajah mertuanya sendiri.

Amin mengaku mulai gemar melukis sejak kecil. Ia belajar secara otodidak. Meski gemar melukis sejak kecil, ia mengaku tak pernah menggantungkan hidupnya dari menjual lukisan.

Memang ada orang yang memintanya membuat lukisan kemudian memberi honor. Namun itu sesekali saja. Untuk menghidupi anak dan istri, ia masih menggantungkan hidupnya dari bertani.

Amin menganggap uang yang diterimanya dari melukis semata-mata sebagai apresiasi atas karyanya saja. Kendati demikian kondisinya, baginya, seni sudah merupakan bagian dari hidup.

Belakangan ini, ia mulai serius membuat shadow box dan cutting UPVC (pralon). Amin membuat ukiran pada pipa pralon. Biasanya merupakan gambar suasana alam. Lampu warna-warni dipasang pada bagian dalam sehingga mampu memancarkan gambar yang indah. Sementara untuk shadow box, hampir mirip dengan cutting UPVC hanya bentuknya kotak.

Amin menambahkan, untuk cutting UPVC, ia bandrol dengan harga Rp 120 ribu. Sementara untuk shadow box menyesuaikan tingkat kerumitan, bisa di kisaran Rp 600 ribu. Dalam sehari ia bisa membuat 2 cutting UPVC. Sedangkan 1 shadow box, dalam seminggu hanya bisa membuat 2 karya.

“Untuk saat ini baru bisa segitu, makanya saya lagi bereksperimen ini biar bisa cepat,” kata pria yang enggan difoto tersebut.

Ia berharap, karya-karya tersebut bisa dijual pada pengunjung tempat wisata Gunung Saru. “Saya ingin ada galeri di taman Gunung Saru. Akan kita display lukisan, cutting UPVC dan shadow box,” katanya.

Dua karya tersebut juga pernah diikutkan dalam pameran di Jakarta pada 2016 dan HUT Kecamatan Kertek 2017. Ternyata banyak pengunjung yang tertarik membeli. “Kalau acaranya malam, banyak yang laku. Kalau siang kurang laku, karena kurang mencolok. Kan yang kita jual adalah keindahan gradasi cahaya,” katanya. (ahmad.zainudin/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pastikan Jateng Tetap Swasembada Beras

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN - Calon Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan Jateng akan tetap swasembada beras. Selama ini, produksi beras di provinsi ini berlebih sehingga tidak membutuhkan...

Mahasiswa Undip Hilang di Hutan Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang dilaporkan tersesat di tengah hutan area perbatasan Linggoasri Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/1)...

Jumlah Kecelakaan Turun

SALATIGA-Angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Salatiga per Januari ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Di bulan pertama tahun ini, tercatat hanya ada...

Longsor Timpa Satu Rumah

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG - Musibah longsor terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Longsor tersebut menimpa satu rumah warga milik Khosiin, 52, di RT...

Perjuangkan Reformasi Lembaga Peradilan

ADVOKAT Dini S Purwono SH MML menjadi salah satu dari 15 calon legislatif yang diwawancari juri independen di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai...

Fenomena Kayu Bajakah

Lihatlah videonya. Yang beredar begitu luas. Dan cepat. Isinya sangat patriotik dan nasionalis: anak negeri menemukan obat penyakit kanker. Masih sangat remaja pula: masih SMA....