32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Mengembangkan Potensi Peserta Didik Melalui Pembiasaan Positif

SEBAGAI seorang pendidik, tidak dipungkiri bahwa hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan belum sepenuhnya mencapai hasil seperti yang diharapkan, baik dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil belajar SEtiap peserta didik memiliki perbedaan satu dan yang lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh aspek-aspek yang ada pada peserta didik atau potensi diri. Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik/sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik. Sehingga kita tidak boleh memvonis peserta didik bahwa ia tidak sanggup atau tidak mampu berkembang.

Pada dasarnya setiap peserta didik mempunyai potensi, baik fisik, intelektual, dan kepribadian. Setiap individu memiliki kemampuan atau tingkat kecerdasan serta karakter masing-masing. Potensi fisik berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh, proporsi pertumbuhan dan perkembangan fisik, dan perkembangan psikomotorik.

Kita menyadari bahwa tidak semua peserta didik memiliki kondisi fisik dan psikomotor yang baik. Potensi intelektual meliputi kecerdasan/prestasi akademik, kecerdasan umum, kemampuan khusus (bakat) dan kreativitas. Masing-masing peserta didik memiliki kemampuan memahami, menggali materi dan informasi yang tidak sama. Ada siswa yang cepat dalam memahami materi namun ada pula yang perlu mendapat bimbingan secara bertahap dalam belajar.

Dalam hal ini guru harus dapat memahami potensi intelektual peserta didiknya sehingga dapat merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi. Sedangkan potensi kepribadian mengacu pada kemampuan mengelola emosi,  mengembangkan dan menjaga motivasi belajar, memimpin, beradaptasi, berinteraksi, berkomunikasi, tanggung jawab, moral dan religi, sikap, dan kebiasaan.

Setiap peseta didik adalah individu yang memiliki karakter yang berbeda-beda yang tercermin dari kepribadiannya. Kepribadian sangat berkaitan dengan sifat-sifat dasar setiap peserta didik. Guru perlu memberi perhatian secara individu maupun kelompok dan kesempatan kepada siswa yang cenderung pasif untuk mengungkapkan keinginan dan pendapatnya sehingga diharapkan lambat laun akan tumbuh rasa percaya dirinya.

Tentu saja hal ini akan lebih baik jika dilakukan kerjasama antara guru dengan orang tua siswa dan masyarakat.  Guru dan sekolah dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diharapkan menjadi pembiasaan positif yang dapat mengembangkan potensi diri mereka. (*/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here