32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Polda Jateng Siaga Satu

3.000 Personel Jaga Borobudur

SEMARANG—Polda Jawa Tengah menetapkan stasus Siaga 1 terkait rencana pengerahan massa dalam aksi solidaritas bela Rohingya di Kabupaten Magelang, Jumat (8/9) besok. Status Siaga 1 dimulai Kamis (7/9) ini hingga Sabtu (9/9) lusa.

“Meski lokasi aksi dipindah ke Masjid An-Nur, tapi kami tetap berlakukan Siaga I guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait perubahan situasi di lapangan. (Kita) tidak boleh kecolongan,” tegas Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakor Forkopimda) Jateng di kompleks Gubernur Jateng Semarang, Rabu (6/9).

Kapolda mengimbau, bagi peserta aksi solidaritas bela Rohingya agar segera membubarkan diri setelah melaksanakan ibadah salat Jumat bersama di Masjid An-Nur untuk menjaga situasi kondusif. “Habis salat Jumat, mereka harus bubar, kembali ke rumah masing-masing, tidak boleh kumpul-kumpul di kawasan masjid dan kawasan komplek candi (Candi Borobudur),” tukasnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya di berbagai media terkait dengan korban dari etnis Rohingya yang menjadi korban tindak kekerasan.

Ribuan personel gabungan Polri dan TNI akan disiagakan di kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya untuk mengantisipasi aksi peduli Rohingnya yang dijadwalkan bakal digelar 8 September mendatang. Personel gabungan ini juga melibatkan petugas keamanan dari daerah sekitar Kabupaten Magelang.

Kamis (7/9) ini, Polres Magelang akan melakukan gelar pasukan sebanyak 3.000 personel Kepolisian dan TNI di lapangan drh Soepardi. Gelar pasukan akan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono. “Misal besok Jumat masih banyak massa dari luar Magelang maupun Magelang sendiri menuju titik kegiatan, dari pihak kepolisian tetap akan melakukan pemeriksaan di jalan sebelum lokasi,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono, Rabu (6/9).

Hindarsono mengimbau ormas dari luar Magelang untuk menggelar aksi peduli Rohingya di wilayah masing-masing.  Apalagi sejauh ini belum ada pemberitahuan masuk terkait aksi itu.

“Misalkan ada izin tertulis masuk pun, dari pihak kepolisian tidak akan memberikan izin aksi tersebut,” katanya saat diwawancarai awak media.

Namun, pihaknya tidak mempersoalkan jika ada aksi untuk beribadah salat Jumat bersama-sama. “Itu wajar memang itu hal yang wajar ditambah doa bersama dan penggalangan dana di Masjid An-Nurr Sawitan silakan saja, namun  untuk ormas dari luar Magelang kalau cuma mau seperti itu kan bisa di wilayahnya masing-masing, tidak harus tumplek di Magelang,” imbuhnya.

Sementara itu, objek wisata Candi Borobudur untuk sementara akan ditutup dari kunjungan perorangan. Penutupan dilakukan sehari pada Jumat (6/9) besok. Namun untuk wisatawan kelompok atau grup tetap akan dibuka. Candi Borobudur juga tetap akan buka melayani wisatawan asing yang berwisata.

Sementara itu, di Komplek Pemkab Magelang kemarin juga digelar acara pernyataan dan penandatanganan sikap oleh Forkompimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kabupaten Magelang soal konflik kemanusian etnis Rohingnya. Acara yang dihadiri oleh jajaran SKPD Kabupaten dan Forkompimcam dilaksanakan di tengah lapangan Setda Kabupaten Magelang.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menjelaskan, masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Magelang sangat menyesalkan tragedi kemanusiaan di Rohingya Myanmar. Masyarakat diajak mengedepankan rasa empati dan simpati terhadap sesama umat manusia tanpa membedakan agama, ras, suku dan budaya.

“Terus terang kita prihatin atas apa yang dialami saudara-saudara kita etnis Rohingya di Myanmar belakangan ini, namun saya berharap masyarakat di Indonesia, khususnya di Magelang, untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan dengan saling menghormati dan menghargai sebagai umat manusia dan umat bernegara,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) didampingi Forkompinda, serta perwakilan umat beragam dan ormas. Isi deklarasi tersebut yakni mengutuk keras perbuatan biadab terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Kemudian mengajak semua elemen masyarakat untuk melakukan aksi solidaritas dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban kekerasan di Rohingya. Masyarakat juga diajak menggelar salat gaib dan Qunut Nazilah bagi korban Rohingya. (amh/vie/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here