28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Tiga Bos Dituntut Berbeda

SEMARANG-Tiga terdakwa kasus dugaan pemalsuan atau memberikan keterangan menyesatkan dalam perjanjian jaminan fidusia yang dilakukan di PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (6/9).

Adapun tuntutan paling tinggi dijatuhkan kepada bos CV Zentrum (sekarang sudah pailit) Tjan Wen Hung dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Kemudian bos CV Lancar Motor (showroom mobil) Setiyono Raharjo dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan. Terakhir Kepala Perwakilan PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang EC. Erny Novita dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan.

“Para terdakwa turut serta melakukan pemalsuan surat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana dakwaan kedua,” kata JPU, Janu Atmoko dalam amar tuntutannya dihadapan majelis hakim yang dipimpin Sigit Heriyanto.

Dalam pertimbangannya JPU menyebutkan, hal-hal memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan PT Hartono Raya Motor mengalami kerugian kurang lebih Rp 5 miliar dan para terdakwa tidak merasa bersalah. Sedangkan hal merinagankan para teakwa belum pernah dihukum.

Menanggapi tuntutan itu, majelis memberikan kesempatan untuk para terdakwa mengajukan pembelaan atau pledoi baik pribadi terdakwa maupun melalui kuasa hukumnya. “Kami minta waktu dua minggu majelis hakim,” kata para terdakwa dalam persidangan.

Kasus tersebut bermula pada 2010 lalu PT Hartono Raya Motor Cabang Semarang selaku distributor mobil Mercedez Benz, menjalin kerjasama jual beli casis bus merk Mercedez Benz kepada CV Zentrum DSB Purwodadi milik terdakwa Tjan Wen Hung, sebanyak 70 unit dengan nilai total mencapai Rp 50 miliar.

Dari pembelian itu, sudah dibayar Zentrum Rp 16.108 miliar, maka sisa hutan Zentrum tinggal Rp 32, 977miliar. Namun pada 9 November 2013 Zentrum dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Semarang. Dari hutang itu, akhirnya terjadi negoisasi yang diwakilkan oleh kurator, dan masih ada sisa barang berupa 13 casis bus senilai Rp 8, 905 miliar, akhirnya dikembalikan ke PT Hartono Raya Motor Cabang Semarang.

Namun dalam perjalananya, setelah mobil tersebut digunakan untuk usaha angkutan, diambil secara paksa oleh PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang, akhirnya pihak otobus menuntut ganti rugi ke PT Hartono Raya Motor Cabang Semarang. Setelah dilakukan pengecekan terhadap 4 unit tersebut, ternyata 4 unit itu sudah dimintakan pembiayaan leasing oleh Zentrum. Padahal 4 unit itu bukan merupakan boedel pailit dan telah dikembalikan secara resmi oleh pihak kurator dan PT Hartono Motor belum membuka faktur dan confermute. (jks/zal)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here