31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Ganjar Ajak Daerah Transparan

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminata agar tertangkapnya Wali Kota Tegal oleh KPK dijadikan pelajaran berharga. Kepala Daerah harus benar-benar berkomitmen memberantas korupsi dan jangan sampai kasus tersebut terulang kembali. Meski begitu, ia tidak menampik jika masih ada laporan beberapa daerah yang menyerempet.

“Saya sudah ingatkan, agar tertib dan jangan bermain api. Tapi tetap saja ada yang bandel,” katanya.

Ia menambahkan, daerah harus bisa berkomitmen dan transparan seperti Pemprov Jateng. Dari 1.716 pegawai, sebanyak 15.044 orang sudah melaporkan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Sementara di tingkat legislatif, dari 100 orang anggota dewan sudah ada 96 orang yang melapor. Hal ini menunjukan sebenarnya baik eksekutif maupun legislatif sudah memiliki komitmen kuat upaya pencegahan korupsi. “Berkali-kali sudah saya ingatkan, jangan korupsi. Memang butuh revolusi mental agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ganjar menilai apa yang dilakukan Wali Kota Tegal merupakan preseden buruk bagi kepala daerah. Padahal, seluruh bupati/wali kota sudah dikumpulkan dan diberikan pemahaman oleh KPK. Ia menilai pola korupsi yang dilakukan pejabat masih model kuno. “Ya mereka minta jatah jika ada proyek, atau jual beli jabatan,” tambahnya.

Dosen FISIP Undip, Teguh Yuwono mengatakan, bahwa untuk menjauhkan pejabat dari praktik-praktik seperti korupsi, maka perlu adanya integritas. Untuk membangun integritas ada dua hal. Pertama tereksekusi, dimana untuk menjadi pemimpin berintegritas tidak hanya terlihat atau didengar dari kata-katanya, tapi harus bisa tereksekusi dalam tindakan. Setelah itu teruji dikala ada banyak kesempatan, apakah mereka menyelewengkan atau tidak. “Pejabat harus bisa melalui kedua hal tadi,” katanya. (fth/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here