33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Tolak Aksi Rohingya di Candi Borobudur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID— Rencana aksi peduli Rohingya yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi Islam di kawasan Candi Borobudur pada 8 September medatang, akhirnya batal. Selain lokasi tersebut merupakan objek vital, penolakan juga banyak muncul dari para pelaku wisata.

”Rencana kegiatan aksi peduli Rohingnya tidak boleh dilaksanakan di kawasan Candi Borobudur. Sehingga dialihkan ke Masjid An Nur kompleks Pemkab Magelang,” kata Waka Polres Kompol Heru Budiharto, kemarin.

Menurut Heru, pengalihan lokasi aksi dilakukan karena kawasan Borobudur, merupakan salah satu area larangan untuk menggelar aksi. ”Sudah sepakat, paniti aksi juga sudah kita ajak berkomunikasi.”

Nantinya, dalam aksi damai di komplek Masjid An Nur, akan digelar sejumlah kegiatan. Di antaranya, salat Jumat bersama, doa bersama, dan penggalangan dana. Meski begitu, Polres tetap akan menyiagakan petugas pengamanan di lokasi aksi. “Kamis besok (hari ini), baru akan dilakukan gelar pasukan di Mako Polres. Mau jadi atau tidak aksi, tetap akan dilakukan gelar pasukan.”

Koordinator aksi, Anang Imamuddin mengatakan, aksi yang akan dilakukan pihaknya, bentuk empati dan dukungan kepada muslim Rohingya. Mereka tengah menderita akibat konflik berkepanjangan. ”Ini wujud empati kami kepada muslim Rohingya atas nama umat Islam dan manusia.” Anang membantah aksi tersebut akan dilakukan di Candi Borobudur. “Kami luruskan, bahwa kami tidak mengadakan aksi di Candi Borobudur. Kami tahu ada undang-undang yang melindungi cagar budaya dunia tersebut. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres dan aparat lainnya.”

Terpisah, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Magelang, ormas Islam, Banser, Kokam, serta pelaku wisata menandatangani kesepakatan damai, terkait rencana aksi 8 September 2017.

Pernyataan sikap FKUB dan pelaku wisata diteken, setelah berlangsung pertemuan bersama FKUB, Forkompinda, MUI, tokoh agama, dan ormas se- Kabupaten Magelang. Pertemuan berlangsung di Mapolres Magelang, Selasa (5/9) kemarin.

Pertemuan dipimpin oleh Waka Polres Magelang, Kompol Heru Budiharto. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adi Yanto SE; Plt Sekda Eko Triyono, perwakilan dari Kodim, Kejaksaan, serta PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Balai Konservasi Borobudur. Unsur lain yang hadir, Banser, KNPI, Kokam, dan lainnya.

Hani Sutrisno, penggiat wisata Borobudur tegas menolak aksi peduli Rohingya dilakukan di kawasan Candi Borobudur. Menurut Hani, hal itu akan berdampak pada pariwisata. ”Keprihatinan atas kasus Rohingya pasti juga kita rasakan. Tapi, setidaknya jangan justru aksi yang positif, melahirkan dampak negatif.”

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua pihak agar tidak menyamaratakan sikap umat Buddha di Indonesia, termasuk Jateng, dengan yang ada di Myanmar. Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan umat Buddha di Jateng.

“Mereka sepakat sikap umat Buddha Indonesia berbeda dari Myanmar. Itu bagian dari krisis kemanusiaan yang mereka tidak sepakat dengan tindakan-tindakan kekerasan yang menjurus genosida,” ucapnya, Selasa (5/9).

Politikus berambut putih ini pun berharap, jangan sampai masalah Rohingya di Myanmar masuk ke Jateng dengan ditunggangi isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “Kami siap menyalurkan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat atau kedutaan. Borobudur mau dikepung, mau apa coba?, wong umat Buddha saja mau berkomunikasi,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Jateng, Achmad Rofai menambahkan, Rabu (6/9) ini, pihaknya akan menggelar rapat bersama pihak-pihak terkait untuk mengamankan aksi bela Rohingya di kawasan Candi Borobudur. Termasuk Polda Jateng yang bertanggung jawab soal keamanan.

“Besok (hari ini, Red) akan kami rapatkan dulu. Hasilnya tunggu saja,” tegasnya. (vie/amh/ton/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hendi: Sampah Sumbat Saluran, Biang Banjir

SEMARANG- Memasuki  musim penghujan, bencana banjir dan rob kembali menghantui warga Kota Semarang, terutama di wilayah Semarang bagian timur. Namun Wali Kota Semarang Hendrar...

Soal Dibuat oleh Daerah, Dinas Klaim Tak Bocor

MAGELANG-Pengawas ujian sekolah tingkat SD/MI dilarang membawa handphone selama mengawasi jalannya ujian sekolah yang dimulai pada Senin (15/5) kemarin. Tujuannya, untuk menjaga konsentrasi pengawas,...

Pengajian Mualaf

RADARSEMARANG.COM - Al Harokoh merupakan nama pengajian bagi para mualaf atau orang yang baru masuk Islam. Jamaah yang sebagian berasal dari Kecamatan Semarang Selatan...

Suguhkan Tari Kuntul Blekok

SEMARANG - Sanggar Greget bakal mewakili Kota Semarang dalam Parade Seni Jateng sebagai rangkaian acara HUT ke 67 Jateng di Kabupaten Jepara, Jumat (25/8)...

Rawan Jebol, 20 Tanggul Sungai Kritis

DEMAK-Musim hujan yang terus mengguyur wilayah Demak membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak selalu waspada. Curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan banjir di...

Hamil, Minta Dispensasi Nikah

BREBES - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Brebes terus menerima permohonan dispensasi pernikahan yang diajukan oleh pasangan di bawah umur. Selain karena faktor kultur masyarakat,...