OBJEK WISATA: Bupati saat meninjau lokasi wisata di Pandansari bersama pimpinan dari PN Jateng/DIY (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
OBJEK WISATA: Bupati saat meninjau lokasi wisata di Pandansari bersama pimpinan dari PN Jateng/DIY (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Kabupaten Batang memiliki potensi wisata yang cukup besar. Pemkab akan mengoptimalkan potensi tersebut untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu pengembangan sektor wisata juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Batang memiliki banyak potensi destinasi wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.Untuk itu, kami berkomitmen mengembangkan industri pariwisata. Kami punya pantai, alam yang indah, dan potensi seribu curug yang bisa ditawarkan kepada wisatawan,” kata Wihaji usai acara penyerahan program bantuan sarana dan prasarana dari PT PLN Distribusi Jateng/DIY di lokasi Desa Wisata Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem, Selasa (5/9).

Sebagai langkah konkret, sebut Wihaji, pemkab akan meluncurkan Program Visit to Batang 2022 yang akan diluncurkan bertepatan dengan kegiatan “Batang Expo” pada 9 September 2017. Melalui program ‘Visit to Batang’, pihaknya berharap ke depan potensi objek wisata yang dimiliki Batang dapat dikunjunjungi wisatawan.

Terkait bantuan dari PLN untuk sarana dan prasarana di salah satu lokasi wisatanya, bupati  mengucapkan terima kasih kepada PT PLN, karena ikut peduli dalam mengembangkan ikon wisata di Batang.

“Kami berharap pada semua pihak bisa serius mengambangkan potensi wisata yang ada. Dan kalau bisa selain Pandansari, lokasi lain juga bisa dibantu,” harapnya.

Dialnjutan Bupati, selain bantuan dari pihak swasta, Pemkab juga berkomitmen akan membangun dan menata sarana infrastruktur menuju tempat objek wisata agar semakin baik.

Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jateng/DIY, Andi Royke Damal mengatakan, melalui program “PLN Peduli”, PLN sebagai BUMN akan mendukung langkah pemerintah daerah dalam upaya mengembangkan potensi wisata.

“Kami siap mendukung untuk pengembangan objek wisata daerah. Bahkan kami sudah mulai mendata potensi objek wisata lain yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian warga. Karena untuk pengembangan wisata daerah perlu adanya dukungan komunitas, lingkungan dan pemerintah,” katanya.

Ditambahkan, penyerahan bantuan CSR Bina Lingkungan oleh PLN sejak 2016 sudah realisasikan hingga Rp 2,1 miliar. Walaupun terbilang kecil, namun pihaknya berharap bisa untuk mengembangkan potensi wisata dan bisa angkat ekonomi masyarakatnya.

Pada kesempatan kemarin, selain berikan bantuan kepada Deswiat Pandansari, PLN juga slurkan bantuan CSR kepada pengelola  Wisata Lolong Adventure dan Desa Wisata Kalipaingan yang keduanya berada di Kabupaten Pekalongan. (han/zal)