33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Indonesia Butuh Pancasila

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Dr Mohammad Mahfud MD menegaskan, negara dan bangsa Indonesia, masih butuh ideologi Pancasila. Indonesia adalah negara Pancasila. Juga negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama atau sekuler.

“Pancasila merupakan pemersatu yang mengagumkan. Pancasila menyatukan keberagaman 17.504 pulau, 1.360 suku, dan 726 bahasa. Pancasila juga merukunkan banyak agama dan keyakinan serta menyerasikan penghayatan banyak budaya,” tegas Prof Dr Mohammad Mahfud MD pada seminar regional bertema: Penegakan Ideologi Pancasila dan Penanganan Radikalisme di auditorium Universitas Tidar (Untidar), Selasa (5/9) kemarin.

Mahfud mengatakan, Indonesia bukanlah negara agama yang berlaku hukum satu agama tertentu saja. Atau, negara sekuler yang terikat pada satu agama saja. Indonesia, tambah Mahfud, adalah negara kebangsaan yang berketuhanan dan menganut pluralitas.

“Contoh, meski tidak memakai hukum agama Islam, tapi Indonesia yang berideologi Pancasila, melindungi para pemeluk Islam. Berlaku pula bagi pemeluk agama lain, tetap dilindungi,” kata profesor kelahiran Sampang, Madura, itu.

Ideologi Pancasila, menurut Mahfud, kemudian dielaborasi ke dalam konstitusi, baik berupa dokumen khusus maupun tersebar. UUD sendiri, lanjut Mahfud, merupakan konstitusi sebagai dokumen khusus. Sedangkan peraturan perundang-undangan adalah konstitusi sebagai dokumen tersebar.

Rektor Untidar, Prof Dr Cahyo Yusuf M.Pd mengaku bangga kampusnya kedatangan tokoh nasional yang sangat berpengaruh di Indonesia. Cahyo berharap, para peserta seminar regional bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pembicara. Terlebih, saat ini isu radikalisme begitu kencang dan diharapkan kaum elite kampus tidak terjerumus pada radikalisme buta.

“Sengaja kami undang beliau untuk mengisi seminar ini, karena bertepatan dengan pembukaan Prodi Hukum Fisipol yang merupakan Prodi baru. Prodi Hukum baru mendapat izin tahun 2016 dan mulai penerimaan mahasiswa tahun 2017. Total ada 85 mahasiswa baru di semester satu ini. Sementara ada 8 dosen yang mengajar.” (cr3/isk)

Berita sebelumyaTanamkan Nasionalisme
Berita berikutnyaEnam Siswa Segera Diperiksa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

7 Bulan Kejati Selamatkan Rp 7 M   

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prestasi yang cukup membanggakan patut disematkan kepada instansi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Maklum saja, dalam kurun waktu Januari hingga Juli...

Wihaji-Suyono Raih 245.181 Suara

BATANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang, Wihaji-Suyono resmi memperoleh suara 245.181 atau unggul 56.6 persen dari seluruh suara sah dakan pemungutan suara...

SFC Santuni Panti Asuhan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Semarang Fortuner Community (SFC) mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak dari panti asuhan pada Minggu (27/5) lalu. Kegiatan buka bersama diikuti 40...

Posko Peduli Rob

RADARSEMARANG.COM - SEJUMLAH relawan membungkus bingkisan di Posko Peduli Bencana Trimulyo Tanggap Bencana, Rabu (7/2).Bantuan berupa sembako mulai berdatangan dari sejumlah instansi dan komunitas...

Dandim Terjun Langsung Pantau TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga sekaligus Komandan Satuan Penugasan (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-102  Letkol Inf Prayoga Erawan turun...

Ingin Kembali Sejuk seperti 90-an

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Penghijauan kota merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, pihak swasta, instansi/lembaga diharapkan untuk...