33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Indonesia Butuh Pancasila

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Dr Mohammad Mahfud MD menegaskan, negara dan bangsa Indonesia, masih butuh ideologi Pancasila. Indonesia adalah negara Pancasila. Juga negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama atau sekuler.

“Pancasila merupakan pemersatu yang mengagumkan. Pancasila menyatukan keberagaman 17.504 pulau, 1.360 suku, dan 726 bahasa. Pancasila juga merukunkan banyak agama dan keyakinan serta menyerasikan penghayatan banyak budaya,” tegas Prof Dr Mohammad Mahfud MD pada seminar regional bertema: Penegakan Ideologi Pancasila dan Penanganan Radikalisme di auditorium Universitas Tidar (Untidar), Selasa (5/9) kemarin.

Mahfud mengatakan, Indonesia bukanlah negara agama yang berlaku hukum satu agama tertentu saja. Atau, negara sekuler yang terikat pada satu agama saja. Indonesia, tambah Mahfud, adalah negara kebangsaan yang berketuhanan dan menganut pluralitas.

“Contoh, meski tidak memakai hukum agama Islam, tapi Indonesia yang berideologi Pancasila, melindungi para pemeluk Islam. Berlaku pula bagi pemeluk agama lain, tetap dilindungi,” kata profesor kelahiran Sampang, Madura, itu.

Ideologi Pancasila, menurut Mahfud, kemudian dielaborasi ke dalam konstitusi, baik berupa dokumen khusus maupun tersebar. UUD sendiri, lanjut Mahfud, merupakan konstitusi sebagai dokumen khusus. Sedangkan peraturan perundang-undangan adalah konstitusi sebagai dokumen tersebar.

Rektor Untidar, Prof Dr Cahyo Yusuf M.Pd mengaku bangga kampusnya kedatangan tokoh nasional yang sangat berpengaruh di Indonesia. Cahyo berharap, para peserta seminar regional bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pembicara. Terlebih, saat ini isu radikalisme begitu kencang dan diharapkan kaum elite kampus tidak terjerumus pada radikalisme buta.

“Sengaja kami undang beliau untuk mengisi seminar ini, karena bertepatan dengan pembukaan Prodi Hukum Fisipol yang merupakan Prodi baru. Prodi Hukum baru mendapat izin tahun 2016 dan mulai penerimaan mahasiswa tahun 2017. Total ada 85 mahasiswa baru di semester satu ini. Sementara ada 8 dosen yang mengajar.” (cr3/isk)

Berita sebelumyaTanamkan Nasionalisme
Berita berikutnyaEnam Siswa Segera Diperiksa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Jalur Rawan Longsor

SEMARANG – DPRD melakukan pemantauan terhadap progres pembangunan jalan di jalur mudik. Hasilnya, jalur selatan tepatnya ruas Cilacap - Wangon – Ajibarang - Purwokerto...

Asita Gencar Gaet Wisatawan Uni Eropa

RADARSEMARANG.COM, SOLO–Dicabutnya izin terbang ke Eropa alias EU Flight Ban berbanding lurus dengan terbukanya promosi wisata Kota Solo di benua biru. Apalagi selama ini...

Palak Pengemis, Dituntut 4 Tahun Penjara 

SEMARANG-Lantaran mempekerjakan wanita bernama Supini sebagai pengemis di Semarang, Suwarno dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang. Suwarna yang...

Pemerintah Beri Pendampingan Nelayan Cantrang

BATANG-Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan nelayan akan mendampatkan pendampingan selama enam bulan. Terkait peralihan penggunaan alat tangkap ikan dari cantran ke alat yang ramah...

Ramadan Itu Menghormati, Bukan Ingin Dihargai

MENARIK jika mengkaji  Al-Hujurat (49:13) dalam kaitannya dengan upaya refleksi diri dalam bulan Ramadan ini. Ayat itu mengandung arti, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan...

Dewan Minta Kampoeng Kopi Banaran Dikembangkan

SEMARANG – Kampoeng Kopi Banaran memiliki potensi yang cukup besar. Konsep pemandangan alam dan olahan pangan dan spot menarik menjadi daya tarik pengunjung. Oleh...