33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Venue Dayung dan Renang Dikebut Penyelesaiannya

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV di Jateng, 10-21 September, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengunjungi dua venue cabang Popnas, yaitu arena dayung di danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang dan kolam renang Gelora Jatidiri Semarang pada Minggu (3/9). Dua venue ini memang menjadi perhatian khusus karena membutuhkan penanganan yang cukup rumit sebelum digunakan untuk ajang multievent tersebut.

Di Rawa Pening, dengan menggunakan perahu motor, Gatot menyusuri danau yang bakal dijadikan lintasan dayung Popnas. Di arena ini, dia mengecek standardidasi arena, arah angin dan debit air. ”Dari sisi jumlah dan panjang lintasan, kami menilai sudah memenuhi standar internasional. Saya memang berharap, even nasional sudah harus berorientasi ke internasional. Arahnya tentu prestasi internasional,” kata Gatot, didampingi Asdep Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora Washinton Galingging.

Menurut dia, berdasarkan survei langsung bersama panpel dari Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jateng, dipastikan arah angin dan debit air tak akan mempengaruhi peserta lomba. Hanya saja yang masih menjadi PR yaitu membersihkan ganggang di perairan yang bisa menghambat laju  perahu peserta Popnas. ”Sudah ada jaminan bahwa pengerjaan pembersihan ganggang dan enceng gondok harus selesai tepat waktu. Sebelum  11 September segala sesuatu di  arena ini harus clean dan clear,” tandasnya.

Gatot mengapresiasi upaya Jateng yang ‘babat alas’ untuk membangun arena dayung. Dia optimistis, ke depan arena tersebut bisa menjadi sport tourism atau wisata olahraga yang kini tengah dikembangkan.

Di bagian lain, pelatih Jateng yang juga panpel dayung Arif Chadirin menambahkan, cabang dayung akan diikuti 23 provinsi di Indonesia, dengan memperebutkan 14 medali emas. Jateng sendiri menerjunkan 12 pedayung terbaiknya yang turun di 11 nomor.

Usai meninjau dayung, Gatot didampingi Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabudin mengunjungi venue renang di kawasan Jatidiri Semarang. Sama seperti di dayung, dia memperhatikan jumlah lintasan, kondisi kolam, bahkan jumlah tiang bendera untuk kontingen. ”Salut. Saat  injury time, pengerjaan venue terus dilakukan. Harapan saya, jika Popnas di sini sukses, Jateng bisa menjadi penyelenggara ASEAN School Games pada tahun 2019 mendatang, serta event-event yang lebih besar seperti PON,” ujar mantan Kepala Humas Kemenkominfo itu.

Kadisporapar Jateng Urip Sihabudin menjelaskan, segala daya upaya telah dilakukan guna menyukseskan Popnas. Selain menyelesaikan venue, pemasangan baliho dan pengerahan suporter untuk menambah greget, telah dilakukan. ”Persiapan venue sudah mencapai 98 persen. Untuk dayung dan renang memang terus kami kebut. Dalam dua tiga hari ini, semua sudah rampung,” katanya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ditemukan BRT Berasap Pekat dan Knalpot Hilang

SEMARANG - Sebanyak delapan armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor II, jurusan Terboyo-Sisemut Ungaran, dinyatakan tidak laik jalan alias tidak memenuhi persyaratan sebagai...

Junior Bersiap Popda, Senior Porprov

KUDUS – Tim panahan Kudus terus menggeber latihan rutin untuk para atletnya, baik mereka yang sudah senior maupun para pemula. Para atlet yang sudah...

Brigadir Haris Dituntut 5 Bulan

MAGELANG - Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja galian gorong-gorong dengan terdakwa oknum polisi Brigadir Haris Joko Saputro, menemui babak baru. Berkas perkara anggota...

PSIS: Selamat Datang Liga 1

SEMARANG- Drama demi drama harus dilakoni tim PSIS Semarang sebelum akhirnya tim berjuluk Mahesa Jenar ini berhasil meraih tiket terakhir promosi ke kompetisi kasta...

Warga Diduga Tertipu Investasi Bodong

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan warga dari Kota dan Kabupaten Magelang menggeruduk rumah sekaligus kantor Mari Menabung di RT 1 RW 2 Gang 2 Kiringan...

Pemilu Big Data Dalam Humor

Saya kebanjiran pertanyaan soal tulisan big data dan algoritma. (Disway edisi 2 April 2018). Khususnya bagaimana menggunakannya. Termasuk dari tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra. Ketua...