33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Desak Pemprov Inovatif Tingkatkan PAD

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD mendesak Pemprov Jateng terus melakukan inovasi agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa terealisasi. Selama ini masih banyak masyarakat tidak bayar pajak. Akses yang jauh dan sulit dijangkau sehingga masyarakat tidak tertib membayar pajak.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) misalnya dari target RP 3,600,000,000,000 sudah teraliasasi Rp 2,396,359,741,500 (66.57 persen); Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari target Rp 3,061,468,000,000 sudah terealisasi Rp 2,043,339,767,975 (66.74  persen) serta Pajak Rokok dari target Rp 1,846,924,000,000 sudah terealisasi Rp 1,176,593,735,832 (63.71 persen). “Dengan sisa waktu empat bulan saya kira ooptimis jika nanti pajak bisa terealisasi dari targetnya,” kata Ketua Komisi C DPRD Jateng, Asfirla Harisanto.

Ia mengapresiasi berbagai langkah inovatif yang dilakukan Pemprov Jateng. Salah satunya dengan aplikasi pembayaran online Sakpole, yang mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) maupun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Selain itu, pengesahan STNK yang tidak lagi disyaratkan menggunakan BPKB asli maupun fotokopi melainkan cukup dengan STNK asli dan surat identitas asli. “Ini inovasi yang cukup bagus, tapi tetap harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, meski sudah ada inovasi ternyata Jateng masih jauh tertinggal dengan Jatim maupun Jabar. Di Jawa Barat misalnya sudah ada program Samsat Gendong yang bisa menjangkau seluruh pelosok desa. Tidak hanya untuk menagih pajak, tetapi juga sebagai sarana untuk sosialisasi kesadaran untuk pajak. “Saya kira tetap yang utama memberikan sosialisasi agar masyarakat sadar dan tertib bisa membayar pajak,” tambahnya.

Banyaknya masyarakat Jateng yang tidak membayar pajak sebenarnya merupakan fenomena klasik. Salah satu penyebabnya, akses yang jauh dan sulit dijangkau sehingga masyarakat tidak tertib membayar pajak. Ia mencontohkan, di daerah pelosok Cilacap untuk membayar pajak harus ke pusat kota yang bisa memakan waktu berjam-jam. “Harusnya wajib pajak dimanjakan dan diberikan pelayanan bagus. Ya pemprov harus jemput bola, jangan hanya menunggu,” Sekretaris Komisi C DPRD Jateng, Tety Indarti.

Ia mengapresiasi aplikasi pembayaran online Sakpole dan adanya kebijakan pengesahan STNK, cukup dengan STNK asli dan surat identitas asli. Kebijakan yang mulai diberlakukan seragam di seluruh Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD)/Samsat di Jateng itu jelas bagus untuk meningkatkan PAD Jateng. “Kami mengapresiasi dan harapannya target PAD bisa terwujud,” tambahnya. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Operasi Simpatik, Tidak Ada Tilang

DEMAK-Polres Demak kemarin menggelar operasi simpatik Candi 2017. Operasi yang sedianya berlangsung hingga 21 Maret ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat dalam mentaati lalu lintas. Kapolres...

Tingkatkan PAD, Bupati Maksimalkan Aset

KAJEN–Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Pekalongan sepakat melakukan kesepahaman bersama atau MoU (Memorandum Of Understanding) tentang konsultasi bisnis dalam pengelolaan barang milik...

Hendi Motivasi Transmigran di Kayong Utara

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (27/9), bertolak ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, untuk bertemu dengan para transmigran yang berasal dari Kota...

Walet Cup Sarana Efektif Pembibitan Atlet Handal

KEBUMEN-Penyelenggaraan kejuaraan bulutangkis Walet Cup merupakan sarana efektif untuk pembibitan calon-calon atlet bulu tangkis yang handal di Kabupaten Kebumen. Selain ajang menguji kemampuan maupun...

Pemeriksaan Dini Kurangi Risiko Kanker Serviks

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjaga kebersihan organ reproduksi wanita dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan Pap Smear merupakan cara aman untuk meminimalisir terjadinya kanker serviks. “Seorang...

Bupati Janji Bubarkan Tempat Karaoke

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Bupati Demak HM Natsir berjanji segera membersihkan wilayah Kota Wali dari tempat karaoke. Hal ini disampaikan bupati disela menerima audiensi rombongan...