33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Bupati Wajibkan 27 Puskesmas Diakreditasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN–Demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mewajibkan 27 Puskesmas di Kabupaten Pekalongan melakukan akreditasi. Harapannya, agar pelayanan Puskesmas lebih baik dan mandiri.

Hal itu disampaikan Bupati Asip ketika membuka acara Opening Meeting Penilaian Survei Akreditasi Puskesmas Wonopringgo dan Puskesmas Kedungwuni I, di Ballroom Hotel Santika, Senin malam (4/9) kemarin.

Karena itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan akan melakukan Akreditasi pada Puskesmas Wonopringgo dan Puskesmas Kedungwni 1, mengingat kedua Puskesmas tersebut mempunyai tingkat kunjungan tertinggi hingga 600 orang per hari. Selain itu, ada rawat inap pada Puskesmas tersebut.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa dirinya selaku bupati, mempunyai kepentingan yang mendalam, terutama dalam rangka membangun performance rumah sakit dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, Puskesmas wajib akreditasi, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Pusksesmas, baik pada tingkat peningkatan aspek administrasinya maupun pelayanannya. Kedua hal pokok inilah, yang akan menjadi tujuan utama dari akreditasi ini.

“Target saya pada tahun 2019, sebanyak 27 Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sudah selesai semua. Saya minta dalam penilaian akreditasi ini semua terbuka. Karena kita akan mengetahui situasi awal kita, sehingga akan tahu persis kondisinya dan dari situlah akan dibenahi, “ ungkap Bupati Asip.

Bupati juga mengatakan bahwa pihaknya mempelajari banyak hal, terkait aspek kelembagaan yang menjadi domain para surveyor. Ini langkah awal agar yang kita selenggarakan sesuai standar.

Menurutnya, ada pekerjaan rumah besar. Dirinya berikrar agar Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan yang secara umum di tingkat Jateng sebesar 67 di bawah Provinsi Jateng sebesar 68 dan untuk tingkat nasional pada 2017 sebesar 69. Sehingga masih ada selisih 2 digit yang harus dikejar.

“Targetnya tahun 2018 nanti, IPM di Kabupaten Pekalongan bisa 68 setara dengan Provinsi Jateng. Dari 8 indikator pembangunan di Kabupaten Pekalongan, baru 2 yang warna hitam dan masih ada 6 yang merah. Sehingga harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja trengginas. 8 indikator ini bisa menjadi warna hitam,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Survei Akreditasi, dr Esty Martiana Rachmie, menjelaskan bahwa akreditasi adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Disamping itu, meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan, masyarakat dan lingkungannya serta Puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi sebagai institusi. “Terakhir untuk meningkatkan kinerja Puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan/atau kesehatan masyarakat,” jelas dr Esty. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sita 29 Botol Miras

KEBUMEN –Polres Kebumen kembali menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) dengan sasaran sejumlah pedagang minuman keras (miras), Sabtu (9/12) malam. Kali ini, Tim Tipiring Polres...

Mikrobus Masuk Sungai

KEBUMEN – Karena kondisi jalan licin diguyur hujan, angkutan umum jenis mikrobus pembawa rombongan anak sekolah masuk parit di Desa Seling Karangsambung Kebumen, Selasa...

Penjualan Produk Premium Tumbuh Pesat

SEMARANG - Penjualan elektronik khususnya untuk produk premium di kuartal II tahun 2017 di Global Elektronik mengalami pertumbuhan 280 persen. Hal ini dikarenakan produk...

Pengusaha Sulit Berikan Data Usaha

SALATIGA –Peran dan dukungan Badan Pusat Statistik (BPS) sangat diperlukan untuk mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan. Pasalnya, data yang disajikan oleh BPS adalah dasar untuk...

Berbagi Takjil di Jalur Pedesaan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Organisasi masyarakat (Ormas) Lindu Aji Lambangrojo (Mijen, Boja, Limbangan, Singorojo) membagi takjil kepada para pengguna jalan, jelang buka puasa, Minggu (3/6). Menariknya, dalam...

Tak Kenal Cagub, Partisipasi Pemilih Turun

RADARSEMARANG, DEMAK -  Partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur (pilgub) Jateng dikhawatirkan menurun. Ini karena masih banyak masyarakat yang tidak kenal dengan calon gubernur (cagub) dan...