33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

PHRI Tidak Naikkan Tarif

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang sepakat tidak akan menaikkan tarif untuk mengambil untung lebih dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXIV di Kota Magelang, 7-9 September mendatang. Justru akan memberikan pelayanan terbaik, agar para tamu terkesan dan merindukan kembali tinggal di Kota Magelang, sepulang ke kampung halaman masing-masing.

“Tarif tetap tidak berubah, dan kami siap menyukseskan Haornas,” kata Ketua PHRI Kota Magelang, Edi Hamdani, kemarin.

Edi mensyukuri ditunjuknya Kota Magelang sebagai tuan rumah Haornas. Laporan yang dia terima sampai saat ini, okupansi semua hotel kelas melati hingga berbintang terangkat.

“Okupansinya penuh semua, dan kami juga akan memasang spanduk ucapan selamat datang untuk para peserta Haornas,” akunya.

Mendekati hari H, pihaknya mengecek kembali kesiapan sarana dan prasarana hotel maupun restoran. Semua ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan para tamu selama tinggal di Kota Gethuk. Juga untuk meminimalisasi keluhan.

“Kami sudah siap melayani para tamu, apalagi kami sudah mengantongi sertifikat profesi dan usaha,” tuturnya.

Dirinya juga menyambut baik rencana pembuatan monumen tanah air di puncak Gunung Tidar. Ia yakin, sebuah bukit yang dijuluki pakunya tanah Jawa itu akan semakin ramai dan menjadi jujukan wisatawan. Sehingga berdampak pada menggeliatnya sektor pariwisata.

“Ini fenomenal sekali, pasti akan banyak orang yang penasaran ingin melihat monumennya itu seperti apa. Tentunya makin banyak juga yang akan menginap di hotel.”

Pria yang juga pemilik Hotel Wisata ini menambahkan, kegiatan keolahragaan memang kerap menguntungkan pihaknya. Seperti saat Dulongmas tahun 2016 lalu, semua hotel dan kuliner hidup.

“Harapan kami, sering-sering diadakan kegiatan olahraga. Terutama mempertandingkan kelas umur tertentu. Misalnya cabang olahraga sepak bola, taekwondo, atau yang lainnya. Karena yang menginap pasti tidak hanya atletnya saja, tapi pendampingnya, orang tuanya, bahkan mungkin saudara-saudaranya,” ujarnya menyebut kehadiran tamu para atlet Liga Sepakbola KU-14.

Sementara itu, Assistant Public Relation Manager Atria Hotel Magelang, Sheilla Widyaningsih menyebutkan okupansi hotelnya selama kegiatan Haornas mencapai 100 persen. Para tamunya datang dari seluruh penjuru Nusantara.

“Tamu kami menginap dari tanggal 7-10 September, tapi ada juga yang check in 5 September. Satu kontingen kurang lebih ada 20 orang, dan kami menyediakan 144 kamar untuk para tamu,” ujar Sheilla.

Ia mengaku tidak hanya menekankan pada pelayanan kamar, namun juga outlet food and beverage. “Kami juga menghadirkan promo di restoran, termasuk menyediakan makanan yang kami sesuaikan dengan kebutuhan para atlet. Bisanya yang mengandung protein tinggi,” ungkapnya. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

11 Jabatan Kosong, Digelar Lelang Eselon II

PEKALONGAN-Usai melantik dan mengukuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pekalongan dari tingkat Eselon II, III, dan IV, Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid masih...

20 Orang Ditahan Polda Jateng

SEMARANG-Pasca terbongkarnya pabrik pil Paracetamol Caffeine Caresoprodol (PCC) di Semarang dan Solo, kini sebanyak 20 orang ditahan di Mapolda Jateng. Dari 20 orang itu,...

Kebun di Bumi yang Belum Jadi

Oleh: Dahlan Iskan Ini hanya bisa dilakukan oleh pemilik celana yang sakunya amat dalam. Seperti Grup Hartono, pemilik Grup Djarum itu. Sudah lima tahun terus...

Nilai Ujian Nasional IPA SMA Kesatrian Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-SMA Kesatrian 2 Semarang melepas 254 siswa-siswi kelas XII dalam acara wisuda di halaman sekolah baru- baru ini. Kepala SMA Kesatrian 2 Semarang, Sunarno...

Kid Zaman Now dan Update Status Beraksara Jawa

PEMBELAJARAN Bahasa Jawa, khususnya Aksara Jawa di sekolah bagi sebagian besar siswa sangat menyengsarakan dan menjadi momok yang menakutkan. Kebanyakan siswa menganggap bahwa Aksara...

PPPKMI Dorong Promotor Miliki STR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pengurus Jawa Tengah mendorong tenaga kesehatan masyarakat untuk memiliki Surat Tanda Registrasi (STR)....