PARA PELOPOR: Para pelajar dan Forkopimda Kabupaten Kebumen mendeklaasikan anti-hoax (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).
PARA PELOPOR: Para pelajar dan Forkopimda Kabupaten Kebumen mendeklaasikan anti-hoax (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).

KEBUMEN –Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti mengajak pelajar setingkat SMA se-Kabupaten Kebumen cerdas berinternet. Kecerdasan menggunakan internet bisa untuk memerangi berita hoax atau berita bohong yang makin memrihatinkan.

Titi mengaku prihatin dengan adanya hoax yang telah menyebar ke berbagai lini di media sosial. Bahkan orang yang belum tahu tentang kebenaran informasi itu, juga ikut membagikan hoax.

“Kita berikan pemahaman kepada para perwakilan sekolah yang mengikuti acara sosialisasi. Kita jadikan mereka pionir ataupun pelopor anti-hoax di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal,” ucap Titi pada Sosialisasi Cerdas Berinternet dan Deklarasi Anti-hoax, Kamis (31/8).

Menurut Titi, berita bohong atau hoax ataupun ujaran kebencian ini sangat masif di medsos. “Sehingga harus kita perangi bersama,” ucapnya.

Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfud yang juga hadir dalam acara tersebut mengajak para peserta untuk tidak ikut menyebarkan konten berita negatif. Para pelajar diminta untuk mengecek kembali setiap ada informasi yang diterima supaya berita hoax dapat ditekan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Mifathul Ulum mengatakan, dengan adanya medsos, kecepatan informasi sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi. Namun berbanding tebalik jika dikelola oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tentunya sangat berbahaya sekali dapat memicu kegaduhan. Miftahul Ulum berharap, pelajar bukan bagian penyebar berita hoax, namun justru memeranginya.