33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Menyikapi Pro dan Kontra Pemberian Vaksin MR

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SUDAH beberapa pekan ini, pemerintah mengampanyekan program nasional imunisasi vaksin measles-rubella (MR). Pemerintah melalui berbagai media yang dapat menjangkau pengetahuan masyarakat luas pun mulai digerakkan. Melalui semua channel televisi, pemerintah mengajak semua warganya untuk sadar imunisasi dan mengampanyekan imunisasi MR untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi penerus bangsa Indonesia.

Selain melalui televisi, pemerintah juga bekerja sama dengan seluruh provider jaringan telepon dari Indonesia. Informasi akan diberikan dalam bentuk pesan singkat berupa ajakan untuk imunisasi MR. Dengan visi terciptanya Indonesia bebas Congenital Rubella Syndrome 2020, Indonesia berharap generasi yang lahir setelah tahun tersebut bisa terbebas dari Congenital Rubella syndrome.

Kampanye Imunisasi MR merupakan kegiatan imunisasi MR secara masal serentak yang diprogramkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memperoleh kekebalan masal terhadap kasus penyakit Measles/Campak dan Rubella/Campak Jerman. Sedangkan MMR, merupakan vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi measles, mumps (gondong), dan rubella. Jadi, meskipun anak sebelumnya sudah mendapat vaksin MMR, anak tetap harus mendapatkan vaksin MR.

Kampanye ini lebih dititikberatkan pada perlindungan terhadap kesehatan ibu hamil yang rentan tertular penyakit tersebut pada trimester I, sehingga komplikasi terhadap janin berupa kelainan bawaan/kongenital bahkan keguguran dapat dihindari. Kelainan bawaan pada janin yang dilahirkan dari ibu hamil yang terinfeksi tersebut kemudian dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Angka CRS masih tinggi di Indonesia, sehingga program pemerintah dalam meraih Indonesia Bebas Congenital Rubella Syndrome 2020 harus kita dukung bersama dalam suksesnya program Kampanye Imunisasi MR.

Sebelum berbicara panjang lebar terkait vaksin MR, perlu diketahui terlebih dahulu tentang penyakit measles dan rubella. Gejala measles dimulai dengan demam tinggi, anak tampak sakit berat, disertai batuk dan pilek, bisa ditemui muntah dan mencret. Gejala lanjutannya adalah dengan munculnya ruam kemerahan dimulai dari wajah lalu ke seluruh tubuh. Kemudian mata terlihat kemerahan dan berair, serta bibir pecah pecah.

Pada anak tertentu saat mengalami demam tinggi akan mencetuskan kejang. Setelah demam turun, bercak berubah menjadi coklat kehitaman dan akan menghilang beberapa hari sampai minggu sesudahnya. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada paru dan otak. Dan tak jarang, radang paru menyebabkan kematian. Virus ini sangat menular, sehingga menimbulkan wabah. Sedangkan gejala rubella dimulai dengan demam ringan, anak terlihat sakit ringan yang diikuti dengan munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan meluas ke seluruh tubuh. Jika diraba di leher bagian belakang, terasa ada pembesaran kelenjar getah bening.

Biasanya seteah 3 hari demam turun tanpa meninggalkan bercak kecokelatan. Anak cepat pulih dan nafsu makan membaik.Virus ini jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi justru timbul apabila virus menyerang wanita hamil. Janin pada ibu tersebut akan mengalami gejala berat. Apabila virus menyerang di trimester pertama, bisa mengakibatkan keguguran. Apabila menyerang ibu hamil di trimester kedua, si ibu akan melahirkan bayi dengan kelainan yang disebut sebagai congenital rubella syndrome yang ditandai dengan ukuran kepala yang kecil, buta, tuli, dan cacat mental.

Virus campak biasanya menyerang anak. Apabila menyerang orang dewasa, biasanya gejalanya akan jauh lebih berat. Sedangkan virus rubella, baik pada anak maupun dewasa, hanya akan mengalami gejala ringan. Serangan virus akan lebih dahsyat jika menyerang wanita hamil, yang dampak negatifnya bayi dapat lahir dengan cacat.

Maraknya kampanye vaksin MR oleh pemerintah tidak semua kalangan menyambutnya dengan baik. Sebagian orang tua menolak anaknya untuk diberikan imunisasi MR dengan berbagai alasan. Beberapa orangtua itu menganggap vaksin MR mengandung zat yang diharamkan agama. Vaksin yang diberikan mengandung zat gelatin babi, sehingga haram digunakan untuk imunisasi. Sementara mereka yang pro lebih melihat pada manfaat kesehatan dari vaksin.

Soal ini, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Fatwa ini diterbitkan pada 23 Januari 2016, sehingga sudah mendapat jaminan halal dari MUI. Selain itu, munculnya berita tentang seorang anak yang lumpuh pasca diberi imunisasi MR menambah daftar panjang penolakan kampanye vaksin MR ini. Padahal vaksin ini telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), serta mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pro dan kontra vaksinasi sesungguhnya sudah lama muncul di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, hingga kini, belum ada benang merah yang dapat mengakhiri kontroversial tersebut. Munculnya pro dan kontra tentang vaksin MR ini semoga menjadi sebuah wacana tersendiri bagi para orang tua untuk menentukan langkah terbaik dan tepat bagi para buah hatinya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Angka Pernikahan Dini Meningkat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Angka pernikahan dibawah umur atau kurang dari 16 tahun khusus perempuan di Kabupaten Demak  cukup tinggi. Yakni, mencapai 3.905 anak. Sedangkan, angka...

Pastikan Diri Sebagai Juara Grup

SEMARANG – PSIS memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup 4 menyusul hasil imbang 1-1 yang ditorehkan laga dua pesaing terdekat...

Siapkan 45 Petugas Kebersihan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang akan menerjunkan sekitar 45 petugas kebersihan untuk membersihkan sampah pada malam takbiran hingga libur Lebaran...

Dewan Minta Pembangunan Embung Terus Digenjot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta terus menggenjot dan memperbanyak pembangunan embung di Jateng. Secara keseluruhan, Jateng masih perlu pembangunan embung-embung terutama di daerah yang...

Lebih dari 27 Juni, Bikin SIM Baru

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Bagi pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang jatuh tempo saat libur Lebaran, boleh bernafas lega. Satlantas Polres Purbalingga memberikan dispensasi untuk...

Spesial Steak & Brunch di Steak.Co

RADARSEMARANG.COM – Steak.co Coffee & Grilled hadir di Semarang, baru-baru ini. Lezatnya berbagai varian steak yang disajikan laik dicoba. BBQ Beef Back Ribs, salah satunya....