Mapel Produksi Hasil Hewani dan Gemarikan

spot_img

PERAIRAN Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar, karena sebagian besar teritorial Indonesia terdiri atas lautan yang sangat luas. Penulis sebagai pengampu produksi hasil hewani memberikan pembelajaran tentang pengolahan ikan sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus diberikan oleh guru kepada siswa. Sehingga dengan memberikan berbagai olahan ikan yang bervariatif dapat meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat. Hal ini memudahkan masyarakat untuk mengolah ikan yang selama ini hanya diolah menjadi ikan goreng, bakar dan keripik.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (25/6/2016), dengan mengonsumsi ikan secara tidak langsung dapat meningkatkan intelegensia anak-anak Indonesia, dan itu akan berpengaruh pada masa depan bangsa. Generasi dengan intelegensia yang tinggi dan diiringi dengan pembentukan karakter sikap yang baik dapat membentuk karakter bangsa yang berbudi pekerti.

Mata pelajaran produksi hasil hewani terdiri atas lima kompetensi dasar, yang salah satu kompetensi dasarnya adalah produk olahan ikan. Kompetensi ini diberikan pada siswa di kelas XI dan XII. Pada kelas XI terdapat olahan ikan dengan produk dasar olahan ikan, sedangkan pada jenjang kelas XII terdapat pengembangan produk olahan ikan yang nantinya siswa dapat mahir sampai dengan mencipta suatu pengembangan produk olahan ikan. Sehingga menghasilkan olahan ikan yang sangat variatif dan mudah untuk diolah.

Baca juga:   Boarding School Penguat Karakter Peserta Didik

Sesuai dengan gerakan gemar makan ikan (gemarikan) yang diprogramkan pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Forum Peningkatan Konsumsi ikan Nasional (Forikan) untuk mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan. Selama ini masyarakat kita untuk memakan ikan sangatlah kurang, padahal potensi perairan sumber daya ikan sebesar 9,9 juta ton. Dapat dikatakan konsumsi ikan meningkat dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dalam bidang pembangunan indistri perikanan nasional.

Penulis sebagai pengampu mata pelajaran produksi hasil hewani menilai keterkaitan antara mapel produksi hasil hewani dan program pemerintah gerakan gemarikan saling berkaitan dan saling memengaruhi karena selama ini masyarakat hanya mengolah ikan sebagai makanan yang biasa saja seperti ikan goreng, bakar dan keripik. Tapi dengan adanya mata pelajaran produksi hasil hewani, pengampu dapat memberikan materi dan praktik pengolahan produk olahan ikan dan pengembangan produk olahan ikan yang sangat luas cakupannya. Dengan memberikan pembekalan praktik produk olahan ikan dan pengembangan produk olahan ikan dapat menambah wawasan siswa untuk dapat meneruskan menjadi suatu produk yang layak dan bernilai jual tinggi. Masyarakat akan dengan mudah mengkonsumsi ikan dengan variasi menu ikan yang menggoda selera.

Baca juga:   Belajar PAI dengan Pendekatan Karakter Ubah Perilaku Jadi Terpuji

Seperti contoh ikan dapat diolah menjadi berbagai menu olahan makan pecok ikan, mangut ikan, atau bahkan dapat menjadi olahan ikan yang siap olah seperti ikan bumbu kuning frozen, ikan goreng frozen, atau dengan variasi olahan yang dalam bentuk pengalengan seperti abon ikan, sarden ikan, gulai ikan kaleng, dan masih banyak variasinya. Semua itu dapat memudahkan masyarakat untuk memaksimalkan mengkonsumsi ikan dengan berganti menu olahan ikan.

Mengonsumsi ikan dapat membuat anak-anak memiliki intelegensia tinggi dan dengan mata pelajaran produksi hasil hewani secara tidak langsung sudah dapat membantu gerekan pemerintah dalam meningkatkan gerakan gemarikan. Marilah seluruh masyarakat Indonesia untuk membudayakan gerakan gemarikan (gemar makan ikan) yang tentunya sangatlah baik untuk kesehatan dan intelegensia anak-anak Indonesia. Jayalah Indonesiaku, sehatlah bangsaku, ayo makan ikan. (*/aro)

Author

Populer

Lainnya