33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Jateng Gagal Optimalkan Potensi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Pilgub Jateng 2018 mendatang boleh dibilang momentum penting untuk memilih gubernur yang mampu membawa Jateng ke arah lebih baik. Banyak masukan dari akademisi mengenai pembangunan yang seharusnya dilakukan agar Jateng berkembang secara optimal.

Hal itu diulas dalam seminar “Masa Depan Baru Jateng” di Kampus 2 Universitas PGRI Semarang, kemarin. Gelaran hasil kerja bareng Badan Kajian Strategis dan Institut Harkat Negeri (IHN) tersebut mengundang sejumlah akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Jateng.

Salah satunya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim. Dia mengatakan, menurut Howard Dick, wilayah di Jawa yang berhasil menjadi daerah yang disebut sebagai ‘Pembangunan Berimbang’ adalah Jatim. Jateng dan Jabar tergolong  gagal memaksimalkan potensinya menjadi Pembangunan Berimbang. Sebab tidak menemukan strategi pembangunan yang jelas dalam merespons keadaan geografis yang ada.

Kelambatan dalam membuat politik jalan lanjutnya, membuat interkoneksi Jateng agak tersendat. Terlalu lamanya pembangunan jalan tol Semarang-Solo merupakan salah satu bukti bahwa politik jalan kurang berhasil. “Indikator lain adalah matinya banyak perusahaan otobus seperti jurusan Jogjakarta-Semarang, Jogjakarta-Solo, dan kemudian disi oleh angkutan dari Jatim,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi infrastruktur di Jateng juga perlu segera dibenahi. Sebab, meski DPRD sudah menaikan anggaran dari Rp 300 miliar menjadi Rp 500 miliar, tapi belum mampu meningkatkan kualitas infrastruktur Jateng dibanding dengan provinsi-provinsi yang ada di Jawa.

Dari segi tata kelola pemerintahan, Lukman menilai, kurangnya komitmen pemerintah, ditandai dengan anggaran yang masih lemah. Selama ini anggaran yang berkonsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia seperti pendidikan tergolong sangat kurang.

Pada kesempatan itu, dia juga menyinggung mengenai sesuatu yang hilang pada kepemimpinan Jateng. Yaitu kepemimpinan yang nguwongke. “Padahal sikap nguwongke atau sikap empati yang melahirkan solusi kreatif. Karena itu dibutuhkan gubernur yang empati terhadap nasib rakyat, dan memberikan solusi kreatif yang menyebabkan seluruh masyarakat mau begerak,” bebernya.

Asisten Direktur Pascasarjana STAIN Kudus, Abdul Jalil yang juga menjadi pembicara, menambahkan, untuk menciptakan sebuah tatanan baik, butuh sebuah tatanan yang berjalan secara jujur, egaliter, transparan dan demokratis. Masing-masing tidak jatuh dan terperangkap pada pemaksaan kehendak, merasa paling benar, paling berkuasa, kebal kritik dan sikap-sikap destruktif lainnya.

Menurutnya, pemimpin sejati jelas selalu melek. Yaitu melek batin yang ditandai dengan moralitas, integritas, dan karakter yang relatif tak tercela. Melek budi atau tak pernah bosan menginvestasikan waktu, uang, dan seluruh hidupnya untuk mengejar ilmu pengetahuan, mencari informasi, mengumpulkan fakta, data, dan informasi, belajar dari sejarah tentang segala sesuatu yang terkait dengan rakyatnya. Dan yang terakhir adalah melek indrawi. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...