33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

DPR RI Akan Turun ke Kebonharjo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memastikan akan mengajak unsur pimpinan dan anggota DPR RI untuk turun ke Kebonharjo, Tanjung Mas, Semarang Utara. Hal ini terkait polemik pembongkaran rumah dan bangunan warga setempat yang akan dibangun rel kereta api dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Warga Kebonharjo mengadukan ketidakadilan tersebut kepada Fahri Hamzah di Banaran Resto, Kabupaten Semarang, Sabtu (2/9). Pertemuan warga dengan Fahri itu tanpa disengaja. Saat itu, wakil rakyat dari PKS ini usai menghadiri undangan acara pernikahan kader PKS di Kabupaten Demak.

“Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Terhadap rumah warga yang digusur dan dibongkar, padahal mereka sudah menempatinya lama dan membayar pajak. Jadi, negara harus bisa memfasilitasi kelanjutan hidup mereka,” kata Fahri Hamzah dalam pertemuan itu.

Menurutnya, masalah Kebonharjo ini bisa diselesaikan dengan pembayaran ganti untung secara layak. Ia menyampaikan, jika persoalannya lahan untuk proyek pemerintahan, maka warganya juga bisa dibangunkan semacam apartemen. Maka nantinya warga bisa merelakan lahannya untuk proyek, sebaliknya mereka juga diberikan solusi menempati apartemen setelah rumahnya dibongkar.

Fahri merasa prihatin dengan masalah Kebonharjo, apalagi saat pembongkaran bangunan ada yang sampai meninggal dunia dan dilakukan saat ada ujian nasional (unas) di SD setempat. Pihaknya juga heran karena sertifikat hak milik (SHM) warga Kebonharjo bisa dibatalkan dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Apalagi warga Kebonharjo itu telah membayar pajak rutin setiap tahunnya.

“Kalau ada bukti pembayaran pajak di kantor pajak, sebenarnya (gugatan, Red) lain akan gugur. Kalau warga (Kebonharjo) sendiri dikalahkan, lha terus pajak yang dibayarkan selama ini lari kemana,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen Kementerian Perhubungan, Soegihardjo, mengatakan, pembebasan lahan tanah Kebonharjo masih menjadi kendala dalam proyek rel kereta api Stasiun Tawang ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Karena itu, perlu ada pendekatan ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa menyadari program pemerintah ini untuk kepentingan nasional,”ujarnya.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Dio Hermansyah, mengaku kalau kliennya sudah tinggal lama di Kebonharjo. Dari data yang dimilikinya, warga ada yang menempati tanah itu selama 40 tahun.

Ia juga menyebuktan, warga keberatan atas ganti rugi hanya Rp 250 ribu per meter. Ia menilai, masalah Kebonharjo ini syarat permainan, karena ada warga yang memiliki SHM dan terkena proyek akan ditambah ganti ruginya dengan uang Rp 15 juta. Atas permasalahan tersebut, ia juga mengaku telah mengadukannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Surat ke KPK sudah kami kirim pekan lalu, beberapa dokumen dilampirkan, termasuk rekaman pertemuan warga dan oknum pejabat negara. Kami menduga penyelesaian masalah di Kebonharjo syarat permainan,”ungkapnya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Persis Menempel Ketat

PERSAINGAN Grup 4 Liga 2 musim 2017 yang dihuni oleh PSIS saat ini masih sangat ketat. PSIS memang masih di puncak, namun delapan tim...

Fasilitasi Masyarakat Kelola Sampah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mendukung pengembangan Bank Sampah di Kelurahan Kalipancur. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam mengatasi...

Kakak-Adik Kompak Merampas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Aksi kakak beradik ini sungguh nekat. Keduanya merampas handphone dan memukuli seorang ibu. Kejadiannya di Jalan Pusponjolo Timur, tepatnya di kawasan Bendungan Pleret, Semarang...

Perbaiki Akses Pertanian

KALIWUNGU – Desa Kener Kecamatan Kaliwungu kebut pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pertanian. Sebab, mayoritas penduduk Desa ini memiliki mata pencaharian sebagai petani. Beberapa...

DKP Tak Hadiri Mediasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Baru memasuki sidang mediasi gugatan perbuatan melawan hukum, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah yang...

Liburan Tidak Harus Berwisata, lalu Seperti Apa?

RADARSEMARANG.COM - BETAPA tidak mudah bagi sebagian siswa ketika harus menuliskan pengalaman liburan. Sebagian siswa yang selalu libur di rumah dan bermain di seputaran...