33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Agamawan Kutuk Kekerasan di Myanmar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SALATIGA – Belasan aktivis Forum Agamawan Lintas Iman (Kita Famili) Kota Salatiga mengutuk keras aksi kekerasan berlatar belakang agama yang menimpa penduduk Rohingya di Myanmar. Mereka juga menggelar doa bersama agar para warga yang selamat mendapatkan kekuatan dan bisa bertahan.

“Tentu sebagai agamawan muda, kita sangat mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Myanmar, apalagi jika mengatasnamakan agama. Karena agama itu mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan,” jelas Ketua Kita Famili Muh Hanif sebelum acara silaturahmi dengan Dialog Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta, Sabtu (2/9).

Sementara itu, Ketua Dialog Centre UIN Sunan Kalijaga Zainuddin menandaskan, seluruh masyarakat sangat prihatin dengan kejadian di Myanmar. Pihaknya hanya bisa prihatin dan berdoa bersama agar kekerasan yang menimpa penduduk Rohingya segera selesai dan ada solusi terbaik.

“Kami sangat prihatin dan khawatir dengan kejadian yang terjadi. Kasus kekerasan di Myanmar itu harus bisa diantisipasi karena dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas di Indonesia. Paling tidak, kita harus mengeluarkan petisi yang menentang kekerasan tersebut,” jelas Zainuddin.

Ia mengibaratkan jika kebakaran yang terjadi di Myanmar namun asapnya sampai ke Indonesia sehingga bisa mengganggu kondisi kemasyarakatan.

Kita Famili beranggotakan para agamawan muda dari seluruh agama yang ada di Indonesia. Berbagai kegiatan telah dilakukan selama ini, misalnya inter youth camp (kemah anggota muda) di Tekhelan, Getasan kemudian buka bersama dan pembagian takjil di gereja Santo Paulus Miki dan berbagai kegiatan lainnya.

Zainuddin menambahkan, pertemuan ini merupakan bagian dari monitoring pasca-kegiatan interfaith live in yang telah dilakukan setahun silam. “Para agamawan muda di sini beda dari kota lain. Di sini banyak aktivis sehingga aktif dalam diskusi dan kegiatan sosial lainnya,” imbuh dia.

Lebih jauh dijelaskan dia, kedepan ada wacana untuk mengadakan penelitian aliran kepercayaan di Purwokerto yang jumlahnya mencapai tujuh aliran. Penelitian dilakukan dengan dasar harmonisasi dan perspektif kebhinekaan. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...