33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

26 Petugas Tiket dan 20 Sopir BRT Dipecat

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANGMemasuki usia delapan tahun beroperasi, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang masih terus berbenah. Dalam waktu dekat, ada dua program layanan plus yang segera bisa dinikmati masyarakat  Kota Semarang, yakni penerapan tarif hanya Rp 8 di semua koridor selama tiga hari dan layanan bus bertingkat dua (double decker) antar tempat wisata secara gratis.

Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan, layanan BRT tarif Rp 8 tersebut akan diberlakukan selama 3 hari, yakni 16,17, dan 18 September 2017 mendatang.

“Tarif ini berlaku untuk sistem pembayaran cashless di BRT, yakni E-ticket, smart card Trans Semarang, tapcash BNI, Brizzi BRI, dan Tcash Telkomsel. Berlaku di semua koridor hanya Rp 8,” kata Ade, saat melakukan sosialisasi di shelter Simpang Lima Semarang, Minggu (3/9).

Selain itu, pada 17 September direncanakan akan diluncurkan bus wisata, yakni bus tingkat (double decker) seharga Rp 3,5 miliar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk ‘muter-muter’ Semarang antar tempat wisata secara gratis.

Bus jenis matic berkapasitas 70 penumpang ini memiliki rute: Museum Mandala – Gereja Blenduk – Simpang Lima – Pandanaran – Kampung Pelangi – Sam Poo Kong – Museum Mandala Bhakti.

“Kami menyosialisasikan kepada masyarakat. Ada dua hal; pertama berkaitan bus wisata, kedua terkait tarif Rp 8 untuk pembayaran cashless di Trans Semarang. Tarif ini diberlakukan tanggal 16,17, dan 18,” ujarnya.

Dua program layanan plus tersebut diluncurkan dalam rangka memeringati hari istimewa bagi Dishub.

“Tanggal 17 September adalah Hari Perhubungan Nasional. Sedangkan 18 September adalah hari pertama kali launching Trans Semarang sejak 2009. Sehingga tahun ini Trans Semarang telah delapan tahun beroperasi,” terangnya.

Delapan tahun tentu bukan usia yang singkat dan tentu bukan tanpa hambatan. Minat masyarakat naik BRT Trans Semarang menunjukkan geliat baik. Baik kalangan masyarakat umum, maupun pelajar dan mahasiswa.

Saat ini, tercatat kurang lebih 11 ribu pelajar dan mahasiswa naik BRT setiap hari. Sedangkan penumpang umum rata-rata kurang lebih 12 ribu penumpang per hari. Total penumpang BRT Trans Semarang rata-rata 23 ribu per hari. Layanan itu dilayani sebanyak 6 Koridor BRT Trans Semarang dengan jumlah 126 armada bus.

“Tahun pertama dulu hanya satu koridor, sekarang enam koridor. Artinya, ada perkembangan penambahan koridor. Tahun ini adalah tahun ke delapan, kami berupaya memberikan layanan khusus bagi pengguna Trans Semarang Rp 8 saja. Tarif itu sesuai angka ulang tahun Trans Semarang,” katanya.

Ade juga mengakui, layanan BRT sejauh ini bukan tanpa kendala dan persoalan. Kejadian-kejadian tak terduga kerap dialami. “Sebenarnya sejak Januari-Agustus ini berdasarkan grafik keluhan masyarakat cenderung terjadi penurunan. Sebelumnya, grafik keluhan masyarakat mencapai 200-an lebih, saat ini cenderung menurun, yakni di angka 70-an. Tapi buat kami, angka ini masih terlalu besar,” ujarnya.

Dia juga mengaku sangat menyayangkan bahwa selama Januari-Februari, ternyata masih ditemukan adanya banyak pegawai yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). “Baik petugas tiket maupun sopir, masih banyak sekali pelanggaran SOP. Seperti kemarin, sedikit saja sopir menyalahi SOP, akibatnya fatal. Itu kelalaian sopir. Maka kami merekomendasikan ke operator koridor 1, bahwa sopir tersebut tidak akan lagi mengemudikan Trans Semarang,” katanya.

Sejak bulan Maret, hingga sekarang, lanjut Ade, pihaknya telah mem-backlist sebanyak 20 nama sopir BRT yang melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, ada 26 pegawai tiket yang terbukti melakukan kecurangan. Semuanya diberi sanksi tegas berupa pemecatan dan blacklist.

“Sampai kapan pun, mereka tidak diperbolehkan mengemudi Trans Semarang. Eks pegawai tiket yang diblacklist akan ditolak saat kembali melamar menjadi pegawai. Ini semua dalam rangka perbaikan. Mereka terbukti melakukan tindakan yang merugikan pelaksanaan pelayanan masyarakat yang dilakukan Trans Semarang,” bebernya.

Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, kata Ade, pihak saat ini telah memerketat aturan berkaitan dengan operasional BRT Trans Semarang. Terutama saat perekrutan sopir. “Prosesnya, saat operator menang lelang, mereka akan memberikan daftar nama sopir ke kami dilengkapi kriteria, usia, kemampuan dan sebagainya, kemudian kami cek, jika ada nama-nama blacklist, maka kami minta operator untuk mengganti,” katanya.

Salah satu warga, Suhartini, 37, menyambut senang Kota Semarang memiliki bus tingkat antarwisata gratis. “Kalau bisa jumlahnya diperbanyak, masak cuma satu. Termasuk BRT, armada BRT seharusnya seperti bus tingkat ini. Lebih besar, lebih menarik. Masyarakat pasti senang naik bus kalau busnya bagus kayak gini. Beda kalau bus BRT yang kecil-kecil dan asapnya hitam pekat itu, mau gratis atau bayar, bagi saya enggak menarik sama sekali,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak Ideologi Pancasila Dikuatkan

SEMARANG – Sebagai dasar dan falsafah negara, Pancasila seharusnya menjadi sumber dari segala hukum di Indonesia. Namun faktanya, saat ini seakan tidak ada kewajiban...

Heboh Video Serangan Teroris di Algeria

JawaPos.com – Pembuat hoax yang satu ini sepertinya kurang piknik. Dia menyebar video yang katanya serangan teroris di Algeria. Ternyata, video itu diambil dari...

Target Terbitkan 500 Jurnal

SEMARANG – Penerbitan jurnal internasional dan penelitian terus dikebut oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk mengejar internasionalisasi kampus. Caranya adalah mendorong dosen untuk melakukan...

Bacaan Sastra untuk Siswa

RADARSEMARANG.COM - SEORANG rekan pernah mengeluh kepada penulis,  bahwa murid-muridnya, ia simpulkan, ‘buta’ karya sastra Indonesia. Ketika rekan saya menyebut nama-nama pengarang atau penyair yang...

Poros Tengah Bubar Jalan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembentukan poros tengah yang digagas Partai Golkar, Demokrat dan PPP, bubar jalan. Sebab, PPP dan Demokrat sudah memutuskan langkah akan mendukung...

Raup Puluhan Juta dari Make up Artist

RADARSEMARANG.COM - KESUKSESAN tidak perlu menunggu nanti. Itulah yang menjadi kunci Jeihan Nabila Shavira dalam menjalankan bisnisnya. Sembari kuliah, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas...