32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Digadang-gadang Jadi Solusi Balap Liar 

SEMARANG – Pembangunan Sirkuit Mijen bertaraf nasional, digadang-gadang menjadi solusi yang bisa mengakomodasi fenomena balap liar di Kota Semarang. Pembangunan sirkuit yang diperkirakan bakal melahap anggaran kurang lebih Rp 128 miliar ini saat ini baru berjalan tahap awal, yakni pembangunan lintasan.

Sesuai skema penganggaran, sirkuit ini akan dibangun menggunakan sistem anggaran multi years. Pembangunan tahap pertama ditarget selesai awal Desember mendatang. Pengerjaannya digarap oleh pemenang lelang asal Semarang Rp 39 miliar, dari Rp 48 miliar yang dianggarkan. Ini menjadi salah satu proyek besar di Kota Semarang selain proyek Pasar Johar.

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah mengatakan bahwa pembangunan Sirkuit Mijen ini menjadi terobosan bagi Pemkot Semarang. “Maksud pembangunan Sirkuit Mijen, sebenarnya ada lompatan jauh ke depan. Sebab, event-event drag race bertarap nasional hingga internasional, bisa digelar di Kota Semarang,” kata Irwansyah, kemarin.

Tidak hanya itu, dia menerangkan, adanya Sirkuit Mijen, nantinya bisa untuk mewadahi komunitas-komunitas otomotif maupun sebagai upaya penanganan fenomena balap liar yang kerap dilakukan anak muda di Kota Semarang. “Misalnya selama ini drag race yang digelar di Jalan Pahlawan bisa dihelat di sana,” kata dia.

Lebih lanjut, Sirkuit Mijen memang didesain sebagai areal untuk arena balap. Kalau sudah berjalan, tentunya akan berdampak positif di berbagai lini. Di antaranya mengangkat potensi anak muda bisa terakomodasi, pertumbuhan ekonomi, termasuk potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang. “Selama ini, Semarang tidak punya sirkuit. Adapun keberadaan Sirkuit PRPP bukan milik Pemerintah Kota Semarang. Itupun kondisinya tidak memungkinkan. Sirkuit Mijen merupakan sirkuit pertama yang akan diinisiasi oleh pemerintah,” katanya.

Mengenai progres pembangunan, lanjut dia, saat ini masih sedang membangun lintasan sirkuit. “Diselesaikan pada awal Desember 2017. Tahap selanjutnya, tahun depan, nanti membangun tribun dan sarana prasarana pendukung lain. Pembangunan ditargetkan dua tahun selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan pembangunan sirkuit memang dibutuhkan. Sebab, keberadaan sirkuit Tawang Mas di areal Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah tidak layak karena berada di daerah rawan banjir dan rob. “Saya hanya berpikir sederhana, lhawong stadion sepakbola aja Semarang ini belum punya yang bertaraf nasional. Punyanya ya Stadion Citarum itu,” katanya.

Pembangunan Sirkuit Mijen ini dibangun di atas lahan seluas 11 hektare, tepatnya di belakang kantor Kecamatan Mijen Kota Semarang. Arena balap ini dibangun dengan fasilitas kelas nasional. Untuk sirkuit balap seluas 7 hektare, untuk drag race maupun balap motor. Sesuai Detail Engineering Design (DED), sirkuit ini dilengkapi tribun utama, tribun mini, pad dock, trac road, akses masuk dan pelataran parkir. (amu/zal) 

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here