33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Dewan Komitmen Lindungi Petani Tebu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – DPRD Jateng terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu. Salah satunya bagaimana agar rendemen tebu di Jateng bisa mencapai 11 persen. Langkah ini merupakan salah satu komitmen untuk melindungan petani tebu. Semua masukan dan data di lapangan sudah dijalankan dan tinggal konsultasi ke Departemen Dalam Negeri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan petani tebu belum mendapatkan jaminan kesejahteraan. Padahal secara geografis Jateng merupakan salah satu daerah potensial untuk pertanian tebu. Tetapi karena masih minimnya perhatian, akhirnya banyak petani tebu yang enggan menanam. “Ini masalah klasik dan harus secepatnya diselesaikan. Banyak petani tebu yang mengelu,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, salah satu masalah krusial adalah rendahnya rendemen tebu yang hanya sekitar 5 sampai 6 persen. Kondisi ini membuat petani tebu mengeluh dan banyak yang enggan untuk menanam tebu. Sejumlah petani bahkan menjual lahannya karena merasa tak ada jaminan kesejahteraan. “Nah Raperda ini sebagai upaya untuk melindungi petani tebu. Kami berharap rendemen tebu di Jateng bisa mencapai 10 persen lebih di tahun 2018,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi B sudah melakukan berbagai diskusi dan kajian dengan sejumlah kalangan. Mulai dari persatuan petani tebu di daerah, praktisi, akademi dan sejumlah pakar untuk mematangkan isi dari raperda tentang Peningkatan Produktivitas Tanaman Tebu. Semua dilakukan, agar nantinya perda yang dihasilkan benar-benar menjadi produk unggulan dan bisa menjadi payung hukum bagi petani tebu di Jateng. “Semua sudah selesai, tinggal konsultasi ke Departemen Dalam Negeri. Tahun ini perda itu sudah bisa digedok,” ucapnya penuh optimistis.

Saat ini, diakui atau tidak, kondisi riilnya di lapangan, memang banyak permasalahan yang dihadapi petani tebu di Jateng. Mulai semakin menyempitnya lahan, rendahnya harga jual tebu sampai kebijakan pemprov yang belum sepenuhnya mendukung kesejahteraan petani tebu. Padahal, di sisi lain Pemprov Jateng mencanangkan akan swasembada gula pada 2018.

“Kami berharap pemerintah bisa melakukan revitalisasi total dan penjaminan harga. Jangan impor gula saat kita sedang panen,” harapnya.

Dewan juga berharap, setelah disusun perda tentang peningkatan produktivitas tebu ini nantinya rendemen bisa mencapai angka 10, sehingga bisa terwujud swasembada gula di Jawa Tengah. Selain dari pengelola pabrik tebu setempat, perkumpulan koperasi tebu, hadir pula mendampingi Biro Humas, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami ingin membangun kondisi pertebuan yang sehat seperti di Jatim yang bagus. Di Jateng, kondisi antara petani tebu dan pabrik tidak serasi sehingga produktifitas jadi terhambat,” tambah Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ikhsan Mustofa.

Ia menambahkan, kebutuhan gula konsumsi saat ini masih kurang dari produksi gula yang ada. Sehingga menjadi peluang para petani tebu agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut. “Dengan rendemen tinggi, memicu para petani tebu untuk menanam komoditas tebu dan tidak beralih ke komoditas yang lain. Dengan sendirinya, menekan angka impor gula,” katanya.

Dewan mengaku prihatin dengan kondisi petani tebu yang masih belum sejahtera. Salah satunya karena rendemen yang rendah sehingga banyak petani tebu yang beralih profesi. Padahal, harusnya Jateng bisa melakukan swasembada gula mengingat lahan yang ada sudah cukup luas. “Provinsi Jatim bisa sukses swasembada gula dengan perda rendemen yang tinggi,” ujarnya. (fth/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...