33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Demak dan Brebes Masuk Zona Merah

Terkait Sanitasi Sehat

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG- DPRD mendorong Gubernur Jateng untuk mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk menguatkan percepatan program “Stop Buang Air Besar Sembarangan” di Jateng. Hal ini cukup beralasan, karena masih banyak daerah yang memiliki permasalahan terkait dengan sanitasi atau jambanisasi sehat.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Nur Khasanah, mengatakan, sanitasi sehat merupakan hak dasar setiap masyarakat. Padahal Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS) di Jateng tergolong tinggi. Ketika hak dasar itu tidak dipenuhi, jelas akan memicu berbagai persolan  di lapangan. “Jika sanitasi tidak sehat, jelas akan memicu terjadinya berbagai penyakit terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, masih banyaknya orang yang belum sadar sanitasi bersih merupakan persoalan serius. Sebab, selama ini setiap  kecamatan hanya diberi surat edaran yang sifatnya sekadar imbauan. Kondisi ini jelas membuat tidak ada rasa jera dan banyak yang tidak tertib. “Dengan adanya Pergub ini akan maksimal karena ada unsur ketegasan. Pergub itu nanti juga bisa dijadikan sebagai indikator kinerja kabupatan/kota, sehingga setiap tahun bisa dicek-silang bagaimana kinerja tiap daerah,” ujarnya.

Dewan mengaku siap untuk memberikan bantuan dan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan kesehatan mengenai ODF dan BABS ini, karena peningkatan kesehatan merupakan prioritas. Kesadaran masyarakat tentang sanitasi memang perlu didorong, karena di sejumlah daerah banyak yang masih belum tertib. “Di Brebes dan Demak, misalnya sekarang masuk dalam zona merah. Kami akan mendukung terhadap pembuatan jamban di daerah-daerah,” kata Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asy’ari.

Tidak bisa dipungkiri, jika di sejumlah daerah masih terjadi berbagai persoalan mengenai ODF dan BABS. Sejumlah daerah masih membutuhkan banyak perhatian dan bantuan dari pemprov agar permasalahan sanitasi bisa terkurang. Di Brebes misalnya sampai sekarang baru 68 persen dari total wilayah yang sudah memilikinya. “Selain itu, di Batang juga masih jauh dari harapan. Kami berharap supaya bisa lebih mempercepat  terwujudnya lingkungan masyarakat yang sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan,” ujarnya. (fth/aro)

Berita sebelumyaBikin Kotor Trotoar
Berita berikutnyaOrgasme Sulit Akibat Obesitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Merajut Kembali Semangat Kebangsaan

NASIONALISME sering menghadapi banyak tantangan. Pesat demokrasi tidak jarang menyisakan persoalan kebersamaan dan persatuan, kampanye sering menggores isu SARA, dan potensi perpecahan lainnya. Kekhawatiran...

Anak Disabilitas dapat Bantuan Kursi Roda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Iqbal Rizky Nurrachmad, 14,  merupakan salah satu penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan alat bantu gerak kursi roda dari program Peduli Disabilitas oleh Solusi...

Mahal, Nelayan Kesulitan Beli Noncantrang

SEMARANG – Pemberlakuan larangan penggunaan alat tangkap cantrang diminta diundur lagi. Pasalnya, hingga saat ini nelayan masih kesulitan beralih menggunakan alat tangkap noncantrang dengan...

PDIP Tegaskan Tak Ada Mahar Politik

SEMARANG - Terhitung ada 6 bakal calon gubenrur (bacagub) dan 19 bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang resmi masuk ke DPD PDIP Jateng. Mereka...

Driver Panggilan Tipu ‘Luar Dalam’ 7 Wanita

RADARSEMARANG.COM,  SEMARANG - Perbuatan Dede Kurniawan Sanjaya alias Dewa Krisna, 32, warga Jalan Alamanda, Kelurahan Pelutan, Pemalang, benar-benar bejat. Bermodal mobil rental dan akun Facebook,...

Meninggal dalam Kondisi Haid atau Junub

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Saya ingin bertanya...