Demak dan Brebes Masuk Zona Merah

Terkait Sanitasi Sehat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG- DPRD mendorong Gubernur Jateng untuk mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk menguatkan percepatan program “Stop Buang Air Besar Sembarangan” di Jateng. Hal ini cukup beralasan, karena masih banyak daerah yang memiliki permasalahan terkait dengan sanitasi atau jambanisasi sehat.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Nur Khasanah, mengatakan, sanitasi sehat merupakan hak dasar setiap masyarakat. Padahal Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan (BABS) di Jateng tergolong tinggi. Ketika hak dasar itu tidak dipenuhi, jelas akan memicu berbagai persolan  di lapangan. “Jika sanitasi tidak sehat, jelas akan memicu terjadinya berbagai penyakit terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, masih banyaknya orang yang belum sadar sanitasi bersih merupakan persoalan serius. Sebab, selama ini setiap  kecamatan hanya diberi surat edaran yang sifatnya sekadar imbauan. Kondisi ini jelas membuat tidak ada rasa jera dan banyak yang tidak tertib. “Dengan adanya Pergub ini akan maksimal karena ada unsur ketegasan. Pergub itu nanti juga bisa dijadikan sebagai indikator kinerja kabupatan/kota, sehingga setiap tahun bisa dicek-silang bagaimana kinerja tiap daerah,” ujarnya.

Dewan mengaku siap untuk memberikan bantuan dan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan kesehatan mengenai ODF dan BABS ini, karena peningkatan kesehatan merupakan prioritas. Kesadaran masyarakat tentang sanitasi memang perlu didorong, karena di sejumlah daerah banyak yang masih belum tertib. “Di Brebes dan Demak, misalnya sekarang masuk dalam zona merah. Kami akan mendukung terhadap pembuatan jamban di daerah-daerah,” kata Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asy’ari.

Tidak bisa dipungkiri, jika di sejumlah daerah masih terjadi berbagai persoalan mengenai ODF dan BABS. Sejumlah daerah masih membutuhkan banyak perhatian dan bantuan dari pemprov agar permasalahan sanitasi bisa terkurang. Di Brebes misalnya sampai sekarang baru 68 persen dari total wilayah yang sudah memilikinya. “Selain itu, di Batang juga masih jauh dari harapan. Kami berharap supaya bisa lebih mempercepat  terwujudnya lingkungan masyarakat yang sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan,” ujarnya. (fth/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -