Belajar dan Bermain, Mengapa Tidak?

spot_img

PEMBELAJARAN tidak sekadar penyampaian materi semata, namun juga pemberian motivasi serta menumbuhkan minat siswa untuk belajar, sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dengan dukungan komponen pembelajaran. Untuk itu, dalam pembelajaran biologi, guru haruslah dapat menyusun skenario pembelajaran yang menarik dan menyenangkan guna merangsang keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Bisakah sistem belajar sambil bermain diterapkan pada pembelajaran di SMA? Beberapa inovasi dan kreativitas seorang guru harusnya lebih banyak dikembangkan supaya proses pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan khususnya pada mata pelajaran biologi yang menitikberatkan pada suatu proses penelitian terkait fenomena-fenomena alam yang ada di lingkungan sekitar.

Salah satu alternatif pembelajaran yang memadukan unsur bermain tanpa mengurangi arti penting dari belajar yang sesungguhnya adalah pembelajaran Quantum kerangka Tandur (tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, rayakan) berbantuan permainan tradisional dakon pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X MIPA SMA Negeri 11 Semarang.

Porter, dkk (2010) mengatakan, pengajaran Quantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di sekitar lingkungan siswa secara meriah dengan segala situasi dan kondisi yang mendukung proses belajar.

Baca juga:   Serunya Belajar Ungkapan dengan Metode Demonstrasi

Secara alamiah, permainan tradisional mampu menstimulasi berbagai aspek-aspek perkembangan anak, yakni motorik, kognitif, emosi, bahasa, sosial, spiritual, dan nilai/moral (Misbach, 2006). Permainan tradisional memiliki manfaat untuk melatih tabiat tertib dan teratur, mengandung nilai-nilai pendidikan baik dalam sisi fisik maupun psikologis. Karena itu, permainan tradisional dapat digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah.

Pengajaran Quantum dilakukan dalam lingkungan kelas menggunakan kit/bahan-bahan autentik bentuk pencemaran dan juga gambar beberapa bentuk pencemaran lingkungan. Permainan dakon sebelumnya telah dimodifikasi sedemikian rupa, dan diberikan beberapa kartu soal yang berkaitan dengan materi pembelajaran dengan mengaitkan beberapa peristiwa atau kejadian yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari guna mengembangkan kemampuan hots siswa.

Dalam menjawab beberapa pertanyaan pada kartu soal siswa juga diarahkan pada keterampilan berpikir abad 21 yang dirumuskan menjadi tiga keterampilan umum, yakni keterampilan personal, keterampilan terkait komunikasi dengan anggota kelompok, keterampilan berpikir dan memecahkan masalah (Susilo, 2011).

Dalam pengajaran Quantum kerangka Tandur, siswa dirangsang untuk dapat bekerja sama, bertanggung jawab untuk bisa menjawab secara mandiri pertanyaan yang diberikan oleh kelompok penjaga melalui kartu soal dalam permainan tradisional dakon.

Baca juga:   Tips Mengatasi Kejenuhan Belajar Daring pada Masa Pandemi Covid 19

Penerapan metode bermain ternyata terbukti efektif pada siswa di jenjang SMA. Permainan tradisional dakon berbantuan kartu soal yang digunakan dalam pengajaran Quantum kerangka Tandur dapat digunakan pada materi biologi lain atau bahkan mata pelajaran lain dengan mengganti pertanyaan pada kartu soal. Karena itu, model pengajaran Quantum kerangka Tandur berbantuan permainan tradisional dakon dapat digunakan sebagai salah satu alternatif suatu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru di sekolah. (*/aro)

Author

Populer

Lainnya