33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Sebabkan Karambol, Sopir BRT Diamuk

Melawan Arus, Hajar 3 Mobil dan Truk Fuso

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANGSopir  Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor I, jurusan Penggaron-Mangkang, Abiyoga Tri Achmada, 24, warga Jalan Sentiyaki Baru, Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara diamuk massa setelah terlibat kecelakaan karambol di Jalan Brigjen Sudiarto, tepatnya di depan Panti Marhen Semarang, Jumat (1/9) sekitar pukul 11.45.

Kecelakaan  karambol ini melibatkan BRT Trans Semarang bernopol H 1387 AW, yang menabrak truk fuso bernopol W 8002 XH yang disopiri Yuda Achasanudin, warga Jalan Mawar, Gempolan, Gurah, Kediri, Jatim; mobil Honda Brio bernopol K 9335 KF yang dikemudikan Laras Fitriani, warga Suru, Geyer, Grobogan, serta mobil Honda Mobilio bernopol H 9035 LP milik David Kurniawan, warga Plamongansari, Pedurungan dan Honda Freed bernopol H 8905 GR milik Sari Putra, warga Bendungan, Gajahmungkur, Semarang. Akibat kecelakaan beruntun ini, sebagian besar kendaraan mengalami pecah kaca dan bodi penyok.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan tersebut bermula ketika bus BRT warna biru bernomor lambung 001 melaju dari arah Jalan Majapahit menuju Jalan A Yani atau timur ke barat. Sampai di depan Panti Marhen Semarang sebelum traffic light, BRT mencoba menyalip mobil-mobil di depannya lewat jalur berlawanan.

Saat itulah, tiba-tiba BRT tersebut banting setir ke kiri menghindari sebuah mobil tak dikenal yang melaju dari arah berlawanan. Nahas, saat membanting ke kiri itu mengenai bagian belakang truk fuso yang sedang berhenti karena traffic light menyala merah.

“Karena ada mobil di depannya, BRT itu banting stir ke kiri mengenai truk fuso yang berhenti menunggu lampu menyala hijau,” ungkap David Kurniawan, warga Plamongan, saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (1/9).

Setelah dihantam BRT dari belakang, truk fuso tersebut langsung terdorong ke depan menyeruduk mobil Honda Freed dan Honda Mobilio. Bus BRT nahas itu baru berhenti setelah menabrak mobil Honda Brio yang ada di depannya. ” BRT itu melaju cukup kencang,” katanya.

Pengemudi BRT, Abi Yoga, mengaku, sebelum kecelakaan bermaksud mengambil penumpang di shelter depan SMPN 2. Namun, ia melihat tidak ada calon penumpang dan langsung terus melaju. “Awalnya mau ambil penumpang di shelter itu, tapi karena saya lihat tidak ada penumpang di situ, jadi saya tetap melaju,” ujarnya.

Baru beberapa meter meninggalkan shelter tersebut Abi, mencoba melakukan contra flow atau melawan arus. Nahas, di depan banyak kendaraan dan membuat ia berpikir cepat hingga membanting setir ke arah kiri. Namun yang terjadi, BRT yang dikemudikan menabrak truk dan tiga mobil tersebut.

“Karena saya pikir jalanan sepi, jadi saya melakukan contra flow, tapi tidak cukup dan ternyata dari arah berlawanan itu banyak kendaraan,” katanya.

Akibat kejadian itu, sopir BRT tersebut diamuk massa. Sempat terjadi pemukulan terhadap sopir BRT, Abi. Namun sebelum dimassa, sopir berhasil diamankan.

“Sopirnya nggak mau ngalah. Disuruh tanggungjawab malah ngeyel akhirnya dikeroyok warga,” kata salah seorang saksi, Yulianto Suprapto.

Beruntung, masih ada warga yang mencoba menenangkan massa. Hingga akhirnya, pengemudi BRT tersebut diamankan untuk diserahkan ke polisi. Petugas yang medapat informasi ini langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengatur arus lalulintas. Sementara, BRT dan kendaraan lain yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Pos Polisi yang tidak jauh dari tempat lokasi kejadian.

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti, saat dikonfirmasi melalui telepon  mengakui adanya kecelakaan itu. Pihaknya bejanji akan menyelidiki kasus tersebut.

Disinggung dugaan sopir ugal-ugalan, pihaknya mengaku akan mendalami. Jika nantinya terbukti, maka pihaknya langsung akan memecat sopir tersebut.

“Langsung kami pecat kalau terbukti ugal-ugalan. Selain kami pecat, dia juga akan masuk daftar blacklist dan tidak akan mungkin bisa menyopir BRT lagi,” pungkasnya.

Terpisah, operator BRT Trans Semarang Koridor I langsung bertindak tegas dengan memecat pengemudi yang menyebabkan kecelakaan di Jalan Brigjen Katamso tersebut. Operator BRT Koridor I, Tutuk Kurniawan, mengatakan, sopir yang mengemudikan BRT tersebut adalah sopir cadangan yang masih baru. Ia mengaku sudah memecatnya setelah kejadian tersebut. “Sudah saya pecat. Dia seenaknya sendiri. Mobil yang terlibat kecelakaan dan mengalami rusak akan diganti rugi,” katanya kepada wartawan. (mha/hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Ada Diskriminasi pada Difabel

Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap 3 Desember sebagai bentuk kampanye penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penyandang cacat. Selain itu juga sebagai...

Perkawinan Islam – Kristen

Pertanyaan : Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang dimuliakan oleh Allah SWT. Seorang lelaki beragama...

Foto Polisi Dukung Prabowo Sandi, Mabes Polri: Hoax

JawaPos.com - Polri kembali terserang berita bohong alias hoax. Kali ini, mereka dikabarkan berpihak mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2,...

Diikuti 350 Atlet Wilayah Jateng – DIY

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 350 atlet dari 22 klub bulutangkis berkompetisi dalam turnamen bertitel Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018 yang diselenggarakan...

Tertipu Air Terjun dari Langit

JawaPos.com – Rasanya ingin tertawa saat membaca hoax yang satu ini. Berbekal video pendek 2 menit 3 detik, pengelola fan page Siti Aisyah (fb.com/Siti.sitiAisy)...