33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Rumah Terbakar Saat Antar Hewan Kurban

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

UNGARAN – Ditinggal mengantarkan hewan kurban, rumah Saifudin, 56, warga Desa Kalitangi Kecamatan Jambu di lalap si jago merah, Jumat (1/9). Panuturan beberapa saksi mata, kejadian tersebut diketahui pada pukul 08.30 WIB.

Salah satu saksi mata yang juga tetangga korban, Adi Suratmo, 27, mengungkapkan sebelum diketahui asap pekat terlihat dari bagian belakang rumah tersebut. “Saya langsung memanggil beberapa warga yang melintas untuk diajak melihat dekat, karena posisi rumah dikunci,” kata Adi.

Adi mengaku sempat kaget ketika ternyata api sudah menjalar ke bagian atap dapur rumah. Sontak ia bersama Rofi’un, 34, saat itu langsung berusaha mencari peralatan seadanya untuk memadamkan api.“Ambil ember dan air. Mas Rofi’ lari memanggil warga yang lain untuk meminta bantuan,” katanya.

Saat kejadian, tidak banyak warga yang mengetahui karena tengah sibuk memotong daging kurban. Tak lama berselang, puluhan warga setempat pun mendatangi lokasi. Mereka bahu membahu mencoba memadamkan api yang sudah menjalar ke bagian atap rumah korban. Api cepat menjalar dikarenakan bangunan rumah semi permanen terbuat dari kayu. “Beberapa ada yang masih di pemotongan hewan kurban, beberapa warga yang lain membantu padamkan api. Intinya bagi tugas,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran pun datang ikut membantu proses penjinakan api. Ketika dikonfirmasi, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang ,Tajudin Noor mengungkapkan pihaknya menerjunkan tiga truk tangki pemadam.“Kejadian pastinya yang kita ketahui dari laporan warga pukul 08.30 WIB pagi,” ujar Tajudin.

Dijelaskannya, kebakaran berasal dari sebuah tungku di dapur yang saat itu dibiarkan menyala oleh pemilik rumah.“Pemilik rumah keluar sebentar untuk mengantar hewan kurban, mungkin lupa mematikan tungku,” ujarnya. Karena rumah terbuat dari kayu, api mudah menjalar ke bagian atap rumah korban. “Api dari tungku menjalar ke tumpukan kayu yang letaknya hanya beberapa sentimeter dari tungku, lalu menjalar,” katanya.

Beruntung api bisa dipadamkan hingga tidak menyentuh semua bagian rumah korban. Beberapa barang berharga seperti alat elektronik berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang.

Dikatakan Tajudin, dari peristiwa tersebut taksiran kerugian mencapai Rp 7 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban saat ini masih diungsikan di rumah tetangga yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Temanggung Laksanakan UNBK

TEMANGGUNG - MTs Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menjadi satu-satunya MTs di Temanggung yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun pelajaran 2016/2017. UNBK...

Jangan Tunda Kesempatan

SEMARANG – PSIS akan melakoni laga keempat mereka di babak 16 besar Liga 2 menjamu Persita Tangerang di Stadion Citarum Semarang Sore (3/10) nanti....

Laporan Keuangan BKK Susukan Hanya Formalitas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto menilai kepemimpinan Dirut BKK Susukan yang lama membuat kondisi perusahaan daerah tersebut...

DNA, Antara Penting vs Menarik

Oleh: Dahlan Iskan Pilih yang Penting atau Menarik? Jurnalistik punya dosa keturunannya sendiri: mengalahkan yang penting, memenangkan yang menarik. Jurnalistik di zaman hedonistik dosa itu menjadi lebih...

Hari Ibu, BMI Bagi-bagi Jilbab

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mbah Yulian, 70, kaget ketika didatangi sejumlah anak muda berbaju merah. Namun rasa terkejut penjual pisang di Pasar Kapling, Kedungmundu tersebut...

PASI Gelar Kualifikasi Porprov

SEMARANG - Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng akan memulai rangkaian kualifikasi untuk Porprov Jateng 2018. Tahap awal, untuk nomor sprint 100, 200,...