Ribuan Warga Berebut Ancakan

186
LESTARIKAN BUDAYA: Atraksi beladiri pendekar Pagar Nusa dalam acara Ancakan di Kadilangu malam hari menjelang penjamasan pusaka Sunan Kalijaga (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LESTARIKAN BUDAYA: Atraksi beladiri pendekar Pagar Nusa dalam acara Ancakan di Kadilangu malam hari menjelang penjamasan pusaka Sunan Kalijaga (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Ribuan warga kemarin malam berebut ancakan dihalaman Sasono Pendopo Panembahan Kadilangu. Ini sekaligus menandai dimulainya prosesi puncak Grebeg Besar sebelum penjamasan pusaka Kiai Carubuk dan kutang Ontokusumo milik atau ageman Sunan Kalijaga.

Adapun, penjamasan baru dilakukan pada pagi harinya. Acara ancakan merupakan kegiatan selamatan yang disertai doa oleh kiai dan berbagi sedekah berupa nasi yang dibungkus daun pohon jati. Daun jati itu juga dilengkapi dengan irisan kayu bambu yang disebut ancak. Nah, belahan kayu bambu dengan ukuran kecil kecil inilah yang diperebutkan oleh warga.

Dengan ancak ini, warga ngalap berkah Grebeg Besar yang dilestarikan lembaga adat kadilangu (LAK) hingga sekarang. Ancaan dihadiri Ketua LAK, R Prayitno Prawiro Kusumo, Ketua Yayasan Sunan Kalijaga Kadilangu R Agus Suprayitno, Ketua panitia penjamasan pusaka, R Krisnaedi, Lurah Kadilangu Marsono, dan keluarga ahli waris lainnya.

Yang menarik, sebelum digelar ancaan, panitia juga menampilkan atraksi bela diri Pagar Nusa dari Demak dan Pati. Dalam atraksi ini, para pemuda penerus dan pengawal kiai Nahdlatul Ulama (NU) ini menunjukkan kepiawaian mereka dengan pencak silat, atraksi mengupas kelapa dengan mulut serta memecahkan genteng dengan kepala.

Mengunyah kaca lampu neon juga menjadi daya tarik dalam atraksi Pagar Nusa tersebut. Sekretaris Yayasan Sunan Kalijaga, Edi Mursalin mengatakan, acara ancakan merupakan adat dan budaya peninggalan para leluhur yang dilestarikan sampai sekarang. “Selain  untuk selamatan juga mencari berkah,” katanya.

Ketua LAK, Agus Suprayitno menambahkan, usai gelaran ancakan, kegiatan ditutup dengan ziarah di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. “Ini adalah proses yang kita lalui sebelum melakukan penjamasan pusaka,” ujarnya. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here