33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Pembinaan Harus Lebih Tertata

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng diharapkan lebih intens menjalin komunikasi dengan pengprov, terkait dengan grand design pembinaan olahraga di Jateng.

Ikhtiar Disporapar untuk melakukan pengawalan atlet mulai sejak dini, melakukan pemetaan pembinaan olahraga di kabupaten/kota pada cabang unggulan dan pengoptimalan peran orangtua atlet mendapatkan apresiasi positif.

Demikian beberapa hal yang mengemuka dalam Diskusi Olahraga Siwo PWI Jateng ”Membedah Visi Keolahragaan Disporapar Jateng” di kantor Disporapar, Selasa (29/8). Diskusi menghadirkan pembicara Kadisporapar Jateng Urip Sihabudin, Ketua Umum KONI Hartono dan Guru Besar FIK Unnes Prof Dr Soegiyanto KSMS.

Menurut Urip, pada tahun 2018 nanti, pihaknya akan melakukan sistem ‘keroyokan’ terkait dengan pembinaan olahraga. Peran kabupaten/kota akan lebih memiliki kendali besar, khususnya untuk cabang-cabang tertentu.

”Misalnya pembinaan atletik nantinya lebih dipusatkan di Salatiga, gulat di Brebes atau Grobogan. Demikian juga cabang lain. Ada atlet PPLOP yang kurang mampu akan kami biayai. Penerawangan saya, jika grand design bisa diterapkan, maka  pada tahun 2024 kita bisa juara PON,” katanya.

Terkait dengan kebijakan di bidang anggaran olahraga bagi pengprov, kata dia, pada tahun 2018 nantinya masih seperti tahun 2017. Hanya saja, pihaknya akan lebih mengedepankan komunikasi dan menyerap aspirasi dari pengprov terkait kebutuhan di lapangan. ”Silakan mengusulkan, dan kalau ada kesulitan pembuatan SPj, akan ada petugas untukmelakukan pendampingan,”  katanya.

Ketua Umum KONI Hartono mengakui, bahwa persoalan pembinaan olahraga di Jateng sangat kompleks. Dari PON ke PON, persiapan Jateng selalu digoyang oleh pendanaan dan kasus perpindahan atlet. Realitas ini yang memaksa KONI lebih berorientasi pada budget ketimbang program, bukan sebaliknya serta kehilangan banyak emas di pentas PON.

Pakar olahraga Soegiyanto pun tak menampik, bahwa sejak dulu Jateng berkutat pada urutan keempat di arena PON, bahkan sempat terperosok di urutan kelima. Berbagai jurus sudah dilakukan, tapi selalu kalah bersaing dengan DKI Jakarta, Jatim dan Jabar.”Dugaan saya memang karena faktor kultur masyarakatnya, pembinaan yang konvensional dan pendanaan yang kadang terlambat cair,” ucapnya.

Ketua PWI Amir Machmud saat membuka acara mengatakan, diskusi diharapkan mencari formula bagaimana mengangkat prestasi Jateng agar beranjak dari posisi keempat. Di bagian lain, Ketua Siwo PWI Sigit Pramono menjelaskan, diskusi untuk mengungkap visi kebijakan Disporapar yang perlu diketahui pelaku olahraga. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Musthofa Konsolidasi ke DPC PDIP di Jateng 

TEGAL- Sebagai bentuk keseriusan serta menghargai struktural partai sampai tingkat bawah, H Musthofa mulai melakukan konsolidasi serta sosialisasi ke DPC PDI Perjuangan di Jawa...

Seribu Calon Jamaah Umrah Tertipu

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Jumlah calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan penyedia jasa biro umrah Hannien Tour and Travel membengkak. Dari awalnya hanya 400...

Kenang Masa Kuliah Sambil Kerja

SALATIGA--Upaya maksimal telah dilakukan Asisten Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng Muhammad Farhan sejak masa kuliah. Bapak satu anak ini harus bekerja sembari kuliah saat...

50 Atlet Brigde Latihan Bersama

WONOSOBO--Sedikitnya 50 atlet bridge dari 7 kota di karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas, Minggu (17/9), menggelar latihan bersama di Lulu Bakery Coffee and Tea...

Personel Satpol PP Tanjung Pinang Banyak, Batang Sangat Kurang

SEJAK berkomitmen membuat wilayahnya lebih tertib, Kota Tanjung Pinang yang terletak di Pulau Bintan ini memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2015 tentang Ketertiban...

Rumah Juragan Ternak Dirampok

GAYAMSARI – Rumah seorang pedagang sapi dan kambing, bernama Muksin, warga Gang Kalicari I, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, dibobol pencuri, pada Kamis (16/3) sekitar...