33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Pakta Integritas Hanya Seremoni, Korupsi Merajalela

OTT Masitha, Korupsi Kepala Daerah ke-32

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Masitha Soeparno atau lebih dikenal dengan panggilan Bunda Sitha, Wali Kota Tegal yang ditertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK), merupakan pejabat yang ke-32 yang terjerat kasus korupsi di Jawa Tengah.

Ketua KP2KKN Jawa Tengah, Rony Maryanto mengatakan bahwa penangkapan Wali Kota Tegal Siti Masitha atas OTT oleh KPK menjadi pukulan telak bagi masyarakat Jawa Tengah. “Belum sempat berpaling ingatan kita pada kasus penangkapan Bupati Klaten, kembali digemparkan dengan penangkapan Wali Kota Tegal. Ini menjadi keprihatinan kami,” katanya, kemarin.

Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi agresivitas KPK dalam penanganan korupsi terutama yang menyangkut pejabat di Jawa Tengah. “Sampai saat ini, setidaknya ada 32 bupati/wali kota dan wakilnya terjerat kasus korupsi, 24 kasus telah putus 6 kepala daerah berstatus tersangka, satu bupati sebagai terdakwa dan satu OTT. Semboyan Gubernur Jawa Tengah Mboten Korupsi Mboten Ngapusi tidak mempan dalam membenahi Jawa Tengah,” katanya.

Terutama penguasa daerah di Kabupaten/Kota berusaha menanamkan kekuatan dinastinya sebagai contoh Kabupaten Klaten. Bupati sebelumnya Sunarna digantikan istrinya Siti Hartini yang kemudian tertangkap KPK. “Pilkada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dijadikan sarana mempertahankan kekuasaannya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya. Banyak sekali proyek di daerah dikuasai oleh kroni-kroni penguasa di kabupaten/kota di Jawa Tengah,” katanya.

Penandatanganan Pakta Integritas yang selalu dilakukan di kabupaten/kota tidak tertanam di dalam hati pemimpin di Jawa Tengah. “Sehingga hal ini hanya sebatas seremonial. Dengan maraknya kasus korupsi di Jawa Tengah yang terungkap, masyarakat berharap ada pembenahan birokrasi. Kami juga berharap OTT KPK bisa menjadi penyemangat bagi aparat penegak hukum lainnya seperti jaksa dan polisi,” katanya.

Lebih lanjut, kata Rony, masih banyak pekerjaan rumah mengenai penanganan kasus korupsi di Jawa Tengah yang belum diselesaikan oleh Kejaksaan dan Kepolisian. “Tentu, masyarakat sangat berharap penyelasaikan kasus-kasus korupsi yang masih mangkrak ini seperti kasus buku ajar yang di tangani oleh Polisi dan kasus-kasus lainnya,” katanya.

Di samping itu, pihaknya mendorong KPK untuk lebih agresif dalam menangani kasus korupsi yang dilaporkan masyarakat bukan hanya melakukan OTT di daerah. “Dari enam kasus yang ditangani KPK, hanya 3 (tiga) kasus ditangani berdasarkan laporan masyarakat. Artinya masih banyak beberapa kasus korupsi yang dilaporkan masyarakat belum tertangani,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, tahun 2018 merupakan tahun Pilkada di Jawa Tengah, delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah bahkan suksesi Gubernur Jateng. “Kami berharap, masyarakat nantinya akan lebih selektif dalam menentukan pilihannya. Jangan sampai kasus-kasus korupsi kembali terjadi di daerahnya. Masyarakat harus memahami seperti apa rekam jejak bakal calon yang akan berkompetisi dalam Pilkada nanti, sehingga didapat pemimpin yang benar-benar berintegritas,” pungkasnya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...