33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Mahasiswa Dibekali Etika Farmasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNGKID – Untuk membentuk lulusan yang dapat bekerja sesuai kode etik profesi tenaga kefarmasian, Prodi D3 Farmasi dan S1 Farmasi Fikes UM Magelang mengadakan kuliah tamu Pembekalan Etika Profesi pada Rabu (30/8). Kegiatan yang diadakan di aula Fikes UM Magelang itu diikuti 184 mahasiswa D3 dan S1 Farmasi.

Wakil Dekan Fikes UM Magelang, Ns. Retna Tri Astuti, M.Kep yang membuka acara mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat sebagai bekal untuk menunjang etika profesinya sebagai seorang tenaga teknis kefarmasian. Ia juga berharap dengan pembekalan ini, nantinya mahasiswa dapat menjadi pekerja yang jujur, disiplin dan bertanggung jawab.

Kuliah tamu bertema “Tenaga kefarmasian yang menjunjung tinggi etika profesi” itu menghadirkan dua pembicara. Yakni Drs Jamalufin Al J. Effendi, Apt, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia ( PD IAI) Jawa Tengah dan Joko Hardjanto,SH, Ketua PD Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Jawa Tengah.

Saat menyampaikan materi tentang etika apoteker Jamalufin mengatakan bahwa seorang apoteker harus memiliki liability keahlian dan liability kewenangan. “Jika bicara tentang sebuah profesi, kita tidak lagi membicarakan tentang pantas atau tidak pantas. Tapi lebih ke arah etis atau tidak etisnya profesi tersebut,” ungkap Jamalufin di hadapan para peserta.

Menurutnya keahlian seorang apoteker itu dilihat dari dua hal. Pertama, kemampuan menemukan senyawa farmasi menjadi obat yang berkhasiat. Kedua, apoteker harus mampu menjadi guidance conselling bagi pasiennya sehingga tujuan farmasi dapat tercapai.

Sedangkan materi yang berbeda disampaikan oleh Joko Hardjanto. Joko lebih menekankan mengenai Undang-Undang (UU) Kefarmasian. Seorang tenaga teknis kefarmasian (TTK), kata Joko, harus bekerja sesuai UU Kefarmasian yang telah berlaku di Indonesia. “TTK yang beretika yaitu yang sesuai UU Kefarmasian,” tegas Joko.

“Dalam Kemenkes 573 Tahun 2008, sudah diatur kewajiban TTK terhadap profesinya, teman sejawat, pasien atau pemakai jasanya, tenaga kesehatan lainnya dan masyarakat. Jadi jika para TTK mematuhi peraturan tersebut tentu tidak akan terjadi perilaku yang tidak etis dalam bekerja,” tutur Joko.

Pada hari berikutnya, Kamis,(31/8) Prodi D3 dan S1 Farmasi kembali mengadakan kegiatan workshop “Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/ICE 17025”.

Workshop yang juga diadakan di aula Fikes tersebut diikuti 80 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 dan D3 Farmasi, dosen Fikes dan tenaga kependidikan di lingkungan Biro Aset dan Rumah Tangga.

Ni Made Ayu Nila, M.Sc.Apt, ketua panitia kegiatan mengatakan, ISO/IEC 17025 merupakan sebuah standar yang diakui secara internasional mencakup standar akreditasi laboratorium pengujian dan kalibrasi. “Workshop mengenai pengenalan sistem manajemen mutu laboratorium ISO 17025 dimaksudkan agar mahasiswa memiliki bekal saat mereka berkecimpung sebagai praktisi, pengembang dan tenaga ahli di berbagai laboratorium,” ujar Nila.

Robi Hari Mahersa,ST, Manajer Mutu pada UPT laboratorium lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang yang menjadi pembicara mengatakan tentang pentingnya pemahaman mengenai manajemen mutu pada laboratorium. Robi juga menjelaskan tentang sistem mutu yang berlaku di dalam standar ISO/ICE 17025.

“Ada beberapa item yang harus dipenuhi oleh laboratorium untuk mendapatkan ISO/ICE 170125. Mulai dari tenaga laboratorium atau personel yang kompeten, peralatan yang memadai, sampai pada kondisi ruangan yang sesuai standar,” ungkap Robi.

Ia juga megatakan jika laboratorium UM Magelang ingin memperoleh ISO/ICE 17025 maka harus memperhatikan IKM (intruksi kerja metode) dan IKA (intruksi kerja alat). “IKM dan IKA harus disesuaikan dengan kinerja mahasiswanya,” tandasnya. (vie/sct/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warna-Warni Nusantara

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Hari Kartini diperingati SMAN 1 Pringsurat Temanggung dengan berbagai kegiatan yang menarik selama 2 hari. Tidak sekadar mengenakan pakaian adat, namun...

Underpass Macet, Gombel Baru Searah Lagi

SEMARANG-Baru beberapa hari diujicoba, underpass Jatingaleh ternyata masih menimbulkan kemacetan. Hal itu membuat Forum Lalu Lintas Kota Semarang yang merupakan gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub),...

Pembangunan Dibiayai Utang Negara

SALATIGA – Untuk mencapai masyarakat yang maju dan makmur, Indonesia membutuhkan pembangunan di berbagai bidang terutama kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan perlindungan sosial. Sebagian dari pembangunan...

Saat Jalur Gunung Prau Baru Hendak Dibuka

Gunung Prau di kawasan dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) masih belum dikunjungi wisatawan. Objek wisata alam sunrise terbaik di Pulau Jawa itu, masih dalam...

Windows Shopping Menjawab Tuntutan Kompetensi Belajar Abad 21

RADARSEMARANG.COM - PARADIGMA belajar berkembang secara drastis agar inline dengan tuntutan dunia pendidikan. Hal ini penting untuk menjawab persoalan after learning process. Dunia kerja...

Lebih Terkonsep dan Memukau

SEMARANG-Ribuan warga Semarang memadati kawasan titik 0 kilometer Semarang, sepanjang Jalan Pemuda hingga Tugumuda. Turut memeriahkan malam Puncak Perayaan HUT Kota Semarang ke-470 dengan...