33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

DPRD Kota Magelang Tak Ada Reses

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – DPRD Kota Magelang hingga saat ini tidak melakukan reses seperti di kota dan kabupaten lainnya. Pasalnya, wilayah Kota Magelang cukup kecil sehingga dalam ketentuannya tidak memenuhi.

“Dalam ketentuan undang-undang dan tata tertib DPRD disebutkan bahwa reses dengan jarak minimal 18 km dari daerah setempat. Kota Magelang tidak sampai 18 km jaraknya. Jadi sejak dari dulu kita tidak ada reses, sehingga anggota dewan tetap berkantor seperti biasanya, ” kata Ketua Komisi C DPRD, Budi Prayitno, saat ditemui Kamis (31/8) lalu.

Meskipun DPRD Kota Magelang tidak ada reses, Budi mengatakan, setiap anggota dewan sudah seringkali bertemu dengan para konstituen dalam menyampaikan aspirasinya. Masa reses terdahulu, menurut Udik –sapaan akrab Budi Prayitno- hanyalah istilah saja karena sebelumnya program tersebut bernama jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Karena tidak ada reses di DPRD Kota Magelang, maka pihaknya tidak mengganggarkan tunjangan reses. “Sebenarnya pernah kami akan memasukan anggaran reses, namun karena ketentuan yang ada tidak memenuhi sehingga kami tidak pernah memasukkan ke dalam anggaran. Ya karena ketakutan para pengguna anggaran, padahal sebenarnya reses adalah salah satu kegiatan rutin anggota dewan, ” ujar ketua DPC PDI Perjuangan Kota Magelang tersebut.

Saat ini, pihaknya juga mengalami kebingungan terkait dengan penerapan PP Nomor 18 yang mensyaratkan adanya kegiatan reses. Meskipun begitu, menurut Udik, ketentuan baru tersebut bersifat luwes karena tunjangan reses nantinya include atau melekat di dalam tunjangan yang diterima anggota dewan setiap bulan.

“Jadi untuk anggota dewan nanti setiap bulan selain mendapat tunjangan transportasi, tunjungan bulanan lain, juga mendapat tunjangan reses setiap bulan. Dan wajib hukumnya setiap anggota dewan melaporkan kegiatan reses setiap bulan sebagai bentuk pertanggungjawaban penerimaan tunjangan itu, ” kata Udik.

Plt Ketua DPRD Kota Magelang, Titek Utami, membenarkan bahwa DPRD Kota Magelang tidak ada agenda reses. “Jadi anggota dewan ya berkantor seperti biasanya. Dalam penerapan PP Nomor 18 memang nantinya tunjungan reses diterima oleh anggota dewan. Jika nanti anggota dewan tidak melakukan kunjungan setiap bulan ya yang bersangkutan tidak akan menerima tunjangan. Karena ada pertanggungjawabannya, ” beber Ketua DPD Golkar tersebut. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sorot Kerusakan Lahan Pertanian

SEMARANG – DPRD menyorot kerusakan lahan pertanian yang berada di wilayah pembangunan tol di Jateng. Kerusakan itu harus menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun...

Dua Kuasa Hukum Mantan AMOL Bank BRI Mundur

SEMARANG - Dua kuasa hukum terdakwa Kaplink Samijan, mantan Asisten Manajer Operasional dan Layanan (AMOL) Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pandanaran dan Kantor...

Densus Bekuk 3 Warga Terduga Teroris

SEMARANG – Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga warga terduga teroris di Jawa Tengah. Masing-masing ditangkap di daerah Grobogan, Karanganyar, dan Sragen. Kabid Humas Polda...

37 Rawan Banjir dan Bencana Longsor

PURWOREJO—Hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Bruno dan Purwodadi. Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Pak Dirman: Desa Perlu Perhatian Lebih

RADARSEMARANG.COM, JEPARA - Bakal calon Gubernur Jateng Sudirman Said menegaskan akan memberikan perhatian lebih untuk pembangunan desa, termasuk pemberdayaan perangkat desa. Pasalnya, desa adalah...

Mengenal Ikan Aligator dan Bulus 50 Tahun

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang terus mengupayakan pemanfaatan Aquatic Studio dan Taman Ikan Bojong. Sejumlah fasilitas dilengkapi, termasuk koleksi...