33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Diyakini Ada Makam Salah Satu Pendiri Wonosobo

Masjid Al Manshur, Jejak Penyebaran Islam di wonosobo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Masjid Al Manshur Wonosobo selalu ramai pengunjung baik pada hari-hari biasa, pengajian selapanan hingga hari-hari besar keagamaan. Masjid yang berada di Jalan Masjid Nomor 13 Kauman Utara Wonosobo ini merupakan peninggalan sejarah serta menjadi saksi bisu penyebaran ajaran agama Islam di bumi Wonosobo dan cikal bakal Kabupaten Wonosobo.

AL Mashur juga menjadi lokasi jujugan masyarakat dari sejumlah penjuru tanah air. Pasalnya, di komplek masjid tersebut terdapat makam salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Wonosobo, yakni Kiai Walik.

Konon, Kiai Walik merupakan satu di antara tiga tokoh pendiri Kabupaten Wonosobo. Yaitu Kiai Walik, Kiai Kolodete dan Kiai Karim. Ceritanya, mereka membuka hutan belantara hingga menjadi permukiman dan menyebarluaskan ajaran Islam bagi penduduk.

Dalam perjalanannya, mereka bermukim di tempat yang berbeda-beda. Kiai Kolodete bermukim di daerah Dataran Tinggi Dieng, Kiai Walik bermukim di daerah sekitar Kota Wonosobo dan Kiai Karim bermukim di daerah Kalibeber. Kiai Walik disebut sebagai tokoh perancang kota. Dari berbagai sumber, konon kabarnya, Kiai Walik merupakan seorang tokoh ulama yang paling dekat di hati rakyat dan seorang figur pemimpin merakyat.

Menurut Ketua Yayasan Masjid Al Manshur Wonosobo, Sugito BA, sebelumnya tidak diketahui apabila di belakang masjid terdapat makam Kiai Walik. Lokasi masjid tersebut dipercaya sebagai pekaringan atau tempat berjemur para wali. Kemudian, saat KH Chabib Lutfi (ulama ternama Indonesia), melakukan kunjungan ke masjid tersebut, ia melihat sebuah sinar terpancar di belakang masjid, yang dipercayai dari makam tokoh ulama Kiai Walik.

Selain pandangan Chabib Lutfi, sebelumnya juga pernah ada orang dari Kasunanan Surakarta datang ke masjid ini untuk salat. Ia juga melihat jika di belakang masjid tersebut ada makam kuno. Selain ingin salat, orang tersebut berniat untuk berziarah karena makam tersebut merupakan salah satu makam kiai Wonosobo yang dicari. “Menurut ulama tafsir Surabaya, Kiai Walik bernama asli Abdul Kholiq. Sedangkan menurut KH Chabib Lutfi, ia bernama asli Ustman bin Yahya,” jelas Sugito.

Ada juga, ulama lain yang menyebut Kiai Walik adalah Abdul Khaqam. Kiai Walik berasal dari Yaman, datang pertama kali ke Indonesia di Kudus di rumah Sunan Kudus. Setelah empat tahun, ia diajak Sunan Kalijaga berdakwah. Sunan Kalijaga berdakwah ke Jawa Tengah selatan hingga di Mataram. Sedangkan Kiai Walik berdakwah ke Wonosobo. Dahulu, para peziarah banyak yang datang sambil membawa makanan dan membakar kemenyan serta berdoa.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ziarah diisi dengan membaca yasin dan berdoa. Setelah itu, mereka mengikuti pengajian setiap hari Sabtu di Masjid Al Manshur. Masjid tertua itu memang memiliki tradisi pengajian setiap hari Sabtu yang disebut setonan. Jamaah yang  datang pun terus mengalami peningkatan. “Untuk satu kesempatan, jamaah pengajian setonan minimal 1500 orang. Bahkan, pada Ramadan lalu, jumlahnya bisa mencapai 2000-an orang,” ungkap Sugito.

Kegiatan pengajian setonan, biasanya diisi dengan kajian tafsir, fikih dan berbagai kajian Islam lainnya. Pengajian setonan bakal terus dilestasikan hingga masa mendatang. Tak hanya menjadi jujugan berziarah dan pengajian, Masjid Al Manshur juga menjadi patokan waktu salat masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Banyak orang datang untuk mencocokkan jam, karena terdapat bencet atau jam matahari yang menjadi patokan waktu salat.

Warga sekitar dan merupakan pengurus masjid, Haqqi El Anshory menambahkan, selain kegiatan keagamaan, di pelataran masjid tersebut terus dilakukan pengembangan untuk kegiatan ekonomi masyarakat. Pada saat bulan puasa misalnya pelataran masjid Al Manshur dijadikan Bazaar Ramadhan bagi warga sekitar masjid. “Kita juga kerap membuat event di pelataran masjid. Kita ingin masjid bersejarah yang dimiliki Wonosobo ini bisa lebih hidup. Banyak kegiatan,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PP Garda Depan Berantas Paham Radikal

UNGARAN – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang akan mengandeng unsur aparat dalam upaya pemberantasan paham radikal. Hal tersebut dikatakan oleh...

Akhir 2018, Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning kembali menguat. Dinas Sosial Kota Semarang menargetkan lokalisasi terbesar di Jateng ini bakal ditutup akhir...

Hoax Senjata TNI Dirampas KKSB

JawaPos.com - Informasi soal perampasan senjata TNI yang disampaikan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua, disebut sebagai berita bohong alias hoax. Adapun Kapendam...

Perempuan Bertank Top Dibuang Paksa dari Mobil

DEMAK - Nasib malang dialami perempuan bernama Eka, 24. Warga Desa Trengguli, Wonosalam, Demak, ini  ”dibuang” keluar dari dalam mobil Avanza hingga tersungkur dan...

Awasi DD, Babinkamtibmas Bersenjata Sipadan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pengawasan Dana Desa (DD) semakin rapi dan ketat. Selain diawasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, polisi melalui Babinkamtibmas kini memiliki aplikasi...

Nasmoco Resmi Masuki Lantai Bursa

SEMARANG – PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk atau PT Bintraco Dharma Tbk (Bintraco) resmi melepas saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa...