33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Anggaran Bantuan Difabel Terbatas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Komitmen Pemerintah Labupaten (Pemkab) Wonosobo menjadikan Wonosobo sebagai kota ramah HAM masih membutuhkan perjuangan panjang. Warga difabel Wonosobo sebanyak 600 orang, butuh terus dimotivasi, dibantu alat agar bisa berkreasi, perlu diberikan bantuan untuk kebutuhan medis. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut membutuhkan dana tidak sedikit bagi pemkab.

Seperti tahun 2017 ini, karena anggaran Kabupaten Wonosobo sangat terbatas, baru bisa membantu dana 311 difabel. Besarannya Rp 1,4 juta per orang. Adapun total anggaran sebanyak Rp 435 juta.

“Kita belum bisa memberikan rata ke semua difabel karena keterbatasan anggaran. Meski demikian dibanding 2016 sudah ada kenaikan mengenai jumlah difabel yang dibantu,” terang kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes), Muawal Sholeh, dalam penyerahan bantuan kepada 311 difabel baru-baru ini.

Pada 2016, sambung dia, bantuan untuk difabel  baru mengover 200-an orang di Wonosobo. Kali ini telah mencapai 311 difabel yang dibantu. Padahal pihaknya mengajukan anggaran sebanyak 700 orang.

“Pemerintah telah berupaya optimal. Alasan belum terjangkau semua karena anggaran dana kita terbatas,” katanya kembali menegaskan.

Sementara itu, koordinator TKSK Kabupaten, Tri Purwanto mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan pemkab kepada insan difabel di Wonosobo. Namun demikian ia menyebut perhatian itu semestinya tidak hanya soal dana. Perhatian dalam bentuk lain yang bersifat imateril juga perlu diperhatikan. “Mereka butuh keahlian, pendampingan psikologis. Mereka butuh mengakses sekolah dan macam-macam. Warga difabel butuh perhatian lebih sekadar uang. Meski itu juga dibutuhkan,” katanya.

Menanggapi bantuan yang telah diberikan, ia berharap mampu meringankan sedikit beban ekonomi keluarga penyandang disabilitas.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab atas perhatian yang diberikan. Ke depan semoga lebih banyak lagi warga difabel yang tercover,” harapnya.

Selaras dengan pendapat Tri, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo juga menyebut, warga berkebutuhan khusus perlu mendapat perhatian bersama. Mereka, katanya, memiliki hak sama mengakses pendidikan, kesehatan. Lebih dari itu, pendampingan untuk menumbuhkan nalar kreatif warga difabel juga perlu dipikirkan. “Kita sangat berharap warga difabel bisa berkarya tidak hanya berdiam diri merenungi nasib. Masih ada yang bisa diperbuat,” pesannya. (cr3/lis)

Berita sebelumyaGotong Royong
Berita berikutnyaNur Rofik Pimpin FKUB Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siswa SD Mutual Raih Perunggu

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Siswa SD Muhammadiyah 1 Alternatif (SD Mutual) Kota Magelang, Reyhan Fitrian Arifin berhasil membawa harum nama Jawa Tengah dalam Olimpiade Sains...

Perburuan Pemain Masih Alot

SEMARANG – Perburuan pemain untuk melengkapi skuad PSIS di musim kompetisi mendatang cukup sengit. Latihan beberapa hari ini tak optimal karena hanya diikuti oleh...

DPRD Sampaikan Catatan Strategis atas LKPJ Bupati TA 2017

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang sampaikan catatan strategis terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Magelang tahun anggaran 2017 dalam agenda sidang paripurna Senin kemarin...

Tumbuhkan Semangat Patriotisme Generasi Muda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Korps Mahadipa Jawa Tengah menggelar touring Pendidikan Kebangsaan dan Deklarasi Pemuda Mahadipa Jawa Tengah  di Monumen Tentara Pelajar Boyolali, baru-baru ini. Pemrakarsa...

Tri Tunggal Dominasi Final

SEMARANG - Loop 3x3 Competition Road to National Camp Region Jawa Tengah kembali digelar. Mengambil lokasi di lapangan basket SMA Sedes Sapientiae, Most Valueable...

Eks Pecandu Antusias Membatik

SEMARANG - Sedikitnya 30 mantan penyalahguna narkoba binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Jateng antusias mengikuti pelatihan membatik di Balai...