32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Johar dan Kanjengan Dibangun Pararel

SEMARANG- Pasar Johar Cagar Budaya yang terbakar beberapa waktu silam, saat ini telah dimulai pembangunan tahap awal, yakni melakukan penguatan struktur bangunan tanpa mengubah bentuk asli. Di sekeliling bangunan pasar legendaris tersebut dipagari menggunakan seng. “Sudah mulai dilakukan pembangunan, yakni penguatan konstruksi di Pasar Johar konservasi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Jumat (1/9).

Dijelaskannya, proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya nantinya dilakukan secara pararel atau berbarengan dengan Pasar Kanjengan yang segera menyusul dibangun. “Nanti pembangunan dilakukan secara pararel karena Pasar Kanjengan juga segera dimulai pembangunan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Fajar mengaku, saat ini pihaknya sedang menyiapkan proses pencairan dana Rp 100 miliar dari pemerintah pusat, yakni Kementerian Perdagangan RI.

“Besok tanggal 5 September, saya ke Jakarta untuk membahas RAB (Rencana Anggaran Biaya)-nya. Mudah-mudahan September ini segera bisa mulai dilakukan lelang pembangunan Pasar Kanjengan,” harapnya.

Sesuai rencana, anggaran pembangunan Pasar Johar secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 750 miliar, menggunakan sistem multiyears. Pada tahap awal ini, Pemkot Semarang menyediakan Rp 50 miliar. Sedangkan anggaran selanjutnya nanti akan mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat. Di antaranya, gelontoran dana Rp 100 miliar dari Kementerian Perdagangan RI.

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, mengatakan, wilayah pembangunan akan terbagi atas Johar Utara, Johar Tengah, dan Johar Selatan. Pembangunan Pasar Johar ini dilakukan secara multiyears mulai 2017, 2018 dan diharapkan selesai 2019.

“Untuk Johar Utara, yakni Johar Cagar Budaya ditangani oleh Distaru Kota Semarang. Sedangkan Pasar Kanjengan ditangani oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang,” katanya.

Sebelumnya, Irwansyah juga menjelaskan mengenai Detail Engineering Design (DED) Pasar Johar Baru Semarang, disepakati dibangun 4 lantai di lahan eks Pasar Kanjengan. Peruntukannya, 3 lantai untuk pasar, dan 1 lantai paling atas digunakan sebagai gedung service. “Sedangkan Johar Selatan dibangun tiga lantai, ada jarak antara bangunan Johar lama dengan bangunan Johar Baru di Kanjengan sekitar 5 meter,” ujarnya.

Selain itu, alun-alun yang saat ini masih ditempati pedagang Pasar Yaik Baru, yakni memiliki luas 10.000 meter persegi/1 hektare, juga segera dibangun menyusul. “Nantinya diperkirakan bangunan Pasar Johar Baru ini akan mampu menampung kurang lebih 8.000 pedagang,” katanya. (amu/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here