33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Pensiunan Pegawai RSJ Membusuk di Kamar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Warga Jalan Sido Drajat Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan digegerkan adanya temuan mayat yang sudah membusuk. Mayat berjenis kelamin laki-laki ini, diduga telah meninggal lebih dari empat hari di bawah tempat tidur.

Mayat tersebut diketahui bernama Jumani, 68, pensiunan pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Tubuhnya ditemukan sudah meninggal di dalam rumahnya di Jalan Dido Drajat XII Nomor 65 RT 004/003 Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan, Rabu (30/8) kemarin, sekitar pukul 13.00.

Kali pertama, jasad Jumani ditemukan dalam kondisi tengkurap di bawah tempat tidur di kamarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, mayat tersebut kali pertama diketahui ketika tetangga korban bernama Suparmo, 55, dan Lia Yatimah, 86, serta tetangga sekitar, mencium bau menyengat yang tidak enak, pada Rabu (30/8) sekitar pukul 11.30. Mereka yang tadinya cuek, lama kelamaan penasaran dan mencari sumber bau tesebut. “Setelah dicari, ternyata berasal dari rumah itu (Jumani, red),” ungkap Suparmo, di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/8) kemarin.
Karena penasaran, Suparmo dan tetangganya lantas memberanikan diri masuk ke dalam rumah Jumani yang selama ini tinggal sendirian. Ternyata pintu rumahnya tidak terkunci. Sesampai di dalam rumah tersebut, bau tersebut semakin menyengat. Semula diduga bangkai binatang.

“Pas masuk ke dalam agak gelap, kemudian keluar mencari senter. Begitu masuk ke dalam, sumber baunya di bawah dipan tempat tidur. Setelah saya lihat ke bawah ada tubuh manusia tertelungkup,” katanya.

Selanjutnya temuan ini disampaikan kepada Ketua RT 4, Tarmuji. “Dikiranya bau bangkai tikus apa werok di tempat sampah. Tapi setelah bangkai hewan itu diambil tukang sampah, ternyata masih ada. Bahkan ada lalat banyak yang keluar masuk di dalam rumah yang ditinggali Pak Jumani,” jelasnya.
Tarmuji membeberkan, Jumani yang tinggal seorang diri, memang jarang keluar rumah. Kalaupun keluar, hanya membeli kebutuhan makan setiap harinya. “Dia memang jarang keluar rumah. Beberapa hari ini dipanggil-panggil tetanggnya, tidak keluar (rumah, red),” terangnya.

Menurut informasi, Jumani sebenarnya memiliki tiga anak. Namun ada yang tinggal di Semarang, ada yang di Bandung dan Jakarta. Meskipun salah satu kerabatnya meminta supaya Jumani ikut tinggal bersama anaknya, namun Jumani tidak mau dan memilih tinggal di rumahnya sendirian. “Biasanya keponakannya yang di Semarang saya suruh nengok. Tapi beliaunya (Jumani, red) kurang senang kalau ditengok,” ungkap salah satu keluarga Jumani yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Pedurungan yang mendapat laporan langsung meneruskan ke Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Diduga sudah meninggal lebih dari empat hari. Sudah membusuk, kulit kepala bagian rambut sudah mengelupas. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga sakit,” ungkap Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal di lokasi kejadian.

Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya, jasad Jumani dimasukan ke kantong jenazah dibawa ambulan ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Upah Rendah Belum Tentu Investasi Tinggi

SEMARANG – Pemerintah daerah didesak tak menjual upah buruh murah sebagai daya pikat kepada investor. Sebab, upah buruh yang rendah tak selalu berkorelasi dengan...

9,5 Persen Kasus AIDS, Menjerat Para Remaja

SEMARANG-Pencegahan tindak kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan dinilai masih belum optimal. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, hingga Maret 2017 terdapat 13.547...

13 Sekolah Harus Menginduk

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Tidak semua sekolah di wilayah eks Karesidenan Kedu bisa menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK secara mandiri. Ada 13 sekolah...

Lebih Senang Sistem COD

RADARSEMARANG.COM - BELANJA online kian membudaya dengan segala kemudahannya. Hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba memanfaatkan peluang untuk membuka bisnis yang memanfaatkan teknologi internet...

Dorong Pengembangan Wisata

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wali Kota Yuliyanto mengajak Dinas terkait untuk ‘keroyokan’ menggarap Kelurahan Kauman Kidul Menjadi Desa Wisata. Namun Kauman Kidul harus membuat yang...

Seni Srandul Dipamerkan di TMII

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal akan memperkenalkan kesenian Srandul di Anjungan Jateng Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada pertengahan bulan ini. Srandul diangkat sekaligus...