33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pedagang Barito Pecah

Ada yang Pro dan Kontra Relokasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Selain pedagang Barito Blok A-H yang menyatakan menolak relokasi, sebagian pedagang Barito mulai Jembatan Kartini (Citarum) hingga Kaligawe juga belum sepakat dengan rencana relokasi ke Pasar Klitikan Penggaron. Namun ada sebagian pedagang yang menerima dengan lapang dada, karena merasa lahan yang ditempati adalah milik Pemkot Semarang.

“Memang ada sebagian menolak (relokasi), tapi sebagian menerima. Ya, ada yang pro dan ada yang kontra. Saya pribadi manut saja. Lha mau menolak bagaimana, kami ini kan memang menempati tanah milik pemerintah,” kata salah satu pedagang jasa pelurusan pipa besi di Barito (Citarum-Kaligawe), Mathori, 55, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (31/8).

Ia mengaku akan legowo dan menerima apapun keputusan Pemkot Semarang. “Direlokasi ya ndak papa. Tapi kan sekarang tempat relokasi di Pasar Klitikan Penggaron belum selesai dibangun. Prinsipnya, saya pribadi manut,” ujarnya.

Mathori juga mengakui, bila tempat relokasi di Pasar Klitikan Penggaron tidak bakal mampu memuat barang seperti lonjoran besi.

“Bisa dilihat sendiri barang-barang saya ini panjang-panjang, apalagi ukuran luas di sana cuma 3×3 meter persegi. Jelas tidak muat untuk ukuran penempatan pedagang Barito. Karena hampir semua pedagang Barito membutuhkan lokasi luas. Tiga atau empat kios di Pasar Klitikan Penggaron kalau diperuntukkan satu pedagang, itu baru muat,” katanya.

Di Barito mulai Citarum hingga Kaligawe, rata-rata didominasi pedagang industri perkayuan, industri besi dan kaleng. Meski demikian, lanjut dia, pedagang Barito tidak punya pilihan lain. Apalagi kalau tidak menempati kios di relokasi bakal terancam tidak mendapatkan tempat. Untuk menyiasati kondisi itu, kata dia, perlu memiliki gudang tersendiri. “Saya sendiri sudah punya tempat untuk menyimpan barang,” akunya.

Dikatakannya, untuk pedagang Blok A-H di Kelurahan Karang Tempel yang menolak relokasi karena memang mereka tercatat resmi. Sebab, mereka menempati lahan pemerintah karena memang dulunya direlokasi oleh pemerintah dan ditempatkan di lokasi tersebut.

“Apalagi omzetnya juga sangat besar, bisa mencapai miliaran. Terutama di kelompok elektronik tape, sepeda, dan onderdil kendaraan. Beda kalau di sini memang tumbuh sendiri, awalnya bukan relokasi. Dulu nenempati di sini hanya izin guna di kelurahan,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagangan Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto, mengatakan pihaknya mengaku belum ada informasi secara resmi mengenai kapan dilakukan relokasi.

“Saya tekankan kepada pemerintah, bukan dari segi aspek pembangunan, tapi aspek sosial betul-betul dipertimbangkan. Nasib 5.000 orang ini bagaimana? Karena setelah pindah itu butuh waktu 5-6 tahun untuk menjadikan kondisi jual beli di tempat baru tersebut agar bisa hidup. Jelas, butuh perjuangan yang tidak sebentar,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta pertimbangan betul dari pemerintah agar Barito tidak direlokasi. Pedagang meminta agar dilakukan penataan menjadi pasar modern seperti halnya penataan Pasar Kembang Kalisari Semarang. “Saya mohon sekali lagi agar mempertimbangkan lagi rencana relokasi tersebut. Kami juga akan mengusulkan desain untuk penataan bagi Blok A-H dalam waktu dekat,” katanya.

Sementara itu, sebagian bangunan rumah liar yang berdiri di tanggul Sungai Banjir Kanal Timur, mulai dilakukan pembongkaran. Tampak atap dan dinding rumah sudah mulai dirobohkan. Tetapi kerangka rumah masih berdiri. Sementara belum diketahui di mana para penghuni rumah tersebut pindah. Namun sejumlah bangunan liar lain masih banyak yang belum dibongkar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, ada enam titik yang digunakan sebagai pintu masuk alat berat. Namun baru dua titik yang telah dibuka, yakni di Jalan Kartini Kelurahan Karang Tempel, dan ujung Kaligawe, Kelurahan Mlatiharjo.

“Sejauh ini tetap kondusif, PKL akan direlokasi di Pasar Klitikan Penggaron. Sedangkan penghuni liar akan direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa),” ujarnya. (amu/aro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelajaran PKn Kurang

MUNGKID - Siswa siswi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan Program Kemitraan Wawasan Kebangsaan Sosialisasi 4 Konsensus Dasar...

Berjuang di Dewan, Menyetarakan Derajat Perempuan

RADARSEMARANG.COM - MENJADI wakil rakyat, bagi Hj.Hindun, terinspirasi perjuangan RA. Kartini. Yakni, hidup bermanfaat bagi orang lain. Dengan menjadi wakil rakyat, terlebih menjabat sebagai...

WhatsApp dan Kesalehan Virtual

RADARSEMARANG.COM - SAAT ini WhatsApp merupakan salah satu kecanggihan piranti sosial kebebasan yang paling diminati masyarakat. Sebagai ruang digital (cyber space), ia menjadi pergeseran...

Menyikapi Minimnya Jam Pelajaran Fisika

RADARSEMARANG.COM - DALAM Kurikulum 2013 penataan 2017 tertuang pada Keputusan Direktur Jenderal Dikmen nomor 4678/D/KEP/MK/2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan, mata pelajaran Fisika...

Jamin Bersih dari Pencaloan dan KKN

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Peringatan keras terus disuarakan kepada seluruh anggota kepolisian dalam melakukan rekrutmen calon anggota Polri. Tindakan tegas akan diberikan kepada siapapun yang...

Salurkan Bantuan Untuk Korban Tol Becakayu

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Robohnya pembangunan girder di Jalan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) memakan banyak korban. Empat orang di antaranya adalah warga Kendal yang kini...