Beranda Temanggung Harga Kopi Naik, Panen Malah Jeblok

Harga Kopi Naik, Panen Malah Jeblok

Others

TEMANGGUNG- Harga kopi biji kering jenis robusta di Kabupaten Temanggung akhir panen tahun ini bergerak naik. Tapi harga yang baik ini tidak bisa dinikmati banyak petani karena rata-rata panenan kopi jeblok. Sebagian besar petani di wilayah Kandangan dan Kaloran yang selama ini menjadi penghasil kopi jenis robusta mengalami gagal panen.

Samsuri, 50, salah satu petani Desa Tlopucang Kecamatan Kandangan menuturkan, pada awal panen tahun ini, harga biji kopi Rp 26.000 per kilogram. Secara bertahap harga meningkat dan terakhir mencapai Rp 28.000 per kilogram. Menurutnya, harga jual tahun ini relatif bagus, bila dibanding dengan tahun lalu yang hanya berkisar Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

“Memang harganya naik, tapi hasil panennya jeblok. Tahun lalu saya bisa panen 11 ton, tahun ini hanya panen 1 ton,” akunya di sela menjemur kopi hasil panennya, Kamis (31/8).

Samsuri membeber, panen kopi kali ini jelek karena curah hujan tinggi. “Saat berbunga, curah hujan tinggi sehingga (bunga) membusuk atau rontok tidak jadi buah,” ungkapnya.

Ngilyati, 45, petani lainnya mengatakan, masa panen kopi saat ini sudah selesai. Memang masih ada beberapa petani yang menjemur kopi, tetapi itu merupakan buah kopi sisa yang berjatuhan di bawah pohon kopi. Kata dia, tanaman kopi saat ini sudah mulai berbuah lagi.

Namun, kalau tidak tersiram air, bunga tersebut juga akan mengering. Ia berharap, di tengah musim kemarau saat ini, bisa ada hujan yang turun. “Mudah-mudahan hasil panen tahun depan lebih baik dari pada tahun ini,” harapnya. (san/ton)

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here