33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Hadirkan Penari Striptis, Divonis 1 Tahun Penjara

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Akibat menghadirkan penari striptis atau hula-hula, operator dan kasir tempat karaoke Barbie House di kawasan Sunan Kuning Semarang, yakni Dimas, Lilik dan Purwanto harus merasakan pengapnya jeruji besi penjara. Ketiganya divonis 1 tahun penjara dan subsider uang Rp 250 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang diketuai Abdul Halim Amiran.

Dalam pertimbangannya, majelis menilai para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama menyediakan jasa pornografi sebagaimana diatur dan diancam pasal 4 ayat (2) huruf a dan b jo pasal 30 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang pornografi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Para terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam rangka memberantas tindak pidana pornografi dan tempat-tempat prostitusi,”kata Abdul Halim Amiran dalam amar putusannya.

Penangkapan ketiganya terjadi lewat penyamaran yang dilakukan oleh anggota Polda Jateng, yakni menyamar sebagai pengunjung karaoke Wisma Barbie. Petugas kemudian meminta untuk disediakan pemandu karaoke yang sekaligus hula-hula. Setelah diketahui ada penari hula-hula, petugas Polda Jateng lainnya masuk dan mengamankan para pekerja Wisma Barbie, yakni kasir, operator, dan pembawa minuman, serta penari hula-hula, berikut mengamankan barang bukti yang ditemukan saat kejadian.

Usai sidang kuasa hukum terdakwa Dimas dan Lilik, yakni Henry D Nainggolan mengaku kecewa atas putusan tersebut. Menurutnya, pidana penjara yang dijatuhkan terhadap dua kliennya tersebut terlalu berat, karena hanya bekerja sebagai kasir dan operator. Ia mengakui perbuatan para terdakwa memang tidak dibenarkan secara hukum, namun sangatlah tidak adil apabila hanya para terdakwa yang dihukum. Apalagi dikatakan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana pornografi.

“Pada kenyataannya lokalisasi Sunan Kuning masih dikehendaki oleh Pemkot Semarang, bagaimanapun sampai dengan saat ini masih berdiri. Pemkot juga tentunya mengenakan pajak industri hiburan seperti karaoke-karaoke yang ada di lokalisasi Sunan Kuning tersebut,”kata Henry kepada Jawa Pos Radar Semarang usai sidang, Rabu (31/8) kemarin.

Advokat dari LBH Mawar Saron Semarang ini menilai, majelis hakim hanya menerapkan hukum secara positivistik legalistik, dan tidak mempertimbangkan fakta sosial yang terungkap dalam persidangan bahwa tindak pidana terjadi di daerah Sunan Kuning yang dikenal juga dengan nama lokalisasi Argorejo.

Dikatakan, menjadi pertanyaan besar, apakah pemerintah dan aparat penegak hukum telah menetapkan standar ganda dalam perkara ini, di mana di satu sisi UU Nomor 44 Tahun 2008 digunakan untuk mendakwa para terdakwa, di sisi lain praktik pornografi dan prostitusi masih tetap dibiarkan di Lokalisasi Sunan Kuning.

“Apakah aparat penegak hukum masih menggunakan moralitas dalam menegakkan hukum dan keadilan dalam perkara ini, seharusnya hal ini dipertimbangkan oleh hakim sebagai hal yang meringankan kliennya,” tandasnya.

Namun demikian, atas perbuatan itu para terdakwa mengaku menyesal telah bekerja di tempat tersebut. Para terdakwa juga menyatakan tidak mengajukan upaya hukum banding, melainkan langsung menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU Kejari Semarang menyatakan masih pikir-pikir untuk koordinasi dengan pimpinannya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

ASN Dilarang Berpolitik Praktis

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni 2018 mendatang Bupati Semarang Mundjirin mengimbau untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitas. Netralitas...

Kerangka Baja

PEMUGARAN Pasar Johar yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten pada era 1920-an penuh kehati-hatian. Kompleks bangunan cagar budaya penanda sejarah perekonomian Kota Semarang itu...

Menguatkan Nilai Anak dengan Tauhid

RADARSEMARANG.COM - KASUS kekerasan terhadap anak terus terjadi dan secara kualitas maupun kuantitas terus meningkat. Kasus yang baru saja terjadi dan menjadi headline di...

Ahli Waris Kesulitan Cairkan Dana BPJS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Setelah nasib 58 mantan buruh PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) yang didampingi Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)...

Jaga Budaya Pemakaman Khas Tionghoa

RADARSEMARANG.COM - Bermula dari perkumpulan sosial dan seni bernama Hoo Hap Hwee dan Sam Ban Hien di era penjajahan Belanda, dua perkumpulan beranggotakan warga...

Pohon Tumbang Tutup Jalan Pahlawan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Jumat (20/4) sekitar pukul 15.30 WIB menyebabkan beberapa pohon di Kota Magelang tumbang. Pohon...