SEMARANG–Akibat pengeroyokan terhadap warga Ngaliyan bernama Budiman Chan, kakak beradik bernama Agung Setiawan dan Subur dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

JPU Kejari Kota Semarang, Mardina Kurniaty menjerat keduanya bersalah  melanggar pasal 170 ayat (2) pada dakwaan pertama dengan ancaman hukuman pidana selama 7 tahun. Sedangkan dakwaan kedua, kedua terdakwa dijerat dengan pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana selama 5 tahun penjara.

“Kedua terdakwa dengan terang–terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, sehingga mengakibatkan korban luka-luka,” kata JPU, Mardina Kurniaty dalam dakwaannya.

Mardina mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula di depan Pos Kamling Kampung Mayasari RT10 RW02 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan, pada Minggu 11 Juni lalu. Saat itu, terdakwa Agung menghadang Budiman Chan di depan rumah korban, yang baru pulang dari bekerja. Agung bermaksud meminta rokok kepada korban. “Setelah diberi rokok, terdakwa Agung kemudian mengajak berkelahi Budiman Chan. Namun, ajakan tersebut tidak ditanggapi oleh Budiman,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Mardina, saat Budiman menuju ke rumah Ketua RT untuk membantu membuat sumur. Setelah itu pulang sekitar pukul 19.00, Budiman mendapati istrinya pingsan. Budiman kemudian membawa istrinya ke rumah mertuanya yang berjarak sekira 50 meter.

Namun, saat di rumah mertua Budiman, tiba-tiba terdakwa Agung masuk begitu saja dan berteriak-teriak. Sehingga Budiman mendorong terdakwa Agung hingga keluar rumah. “Setelah sampai di depan Pos Kamling Kampung Mayasari RT 10, RW 02, terjadilah cekcok antara terdakwa Agung dengan korban Budiman,” ujarnya.

Setelah adu mulut, tak berselang lama, terdakwa Agung langsung memukuli Budiman hingga jatuh ke tanah. Lalu adik terdakwa, Subur langsung mendatangi dan ikut memukuli Budiman bersama-sama. Masing-masing menggunakan tangan kosong mengepal sekuat tenaga secara bergantian memukul muka dan kepala Budiman.

“Tak berapa lama, datanglah warga kampung untuk melerai mereka. Kemudian dari hasil Visum Et Repertum Nomor 37/VER/UMUM/VI/2017 dengan hasil pemeriksaan fisik, ditemukan bengkak di dahi sebelah kanan, di belakang telinga kiri, di pipi kanan, dan di tangan sebelah kanan akibat persentuhan benda tumpul,” jelasnya. Atas dakwaan itu, kedua terdakwa menyatakan akan melakukan pembelaan. (jks/ida)