Warga Lega Terima Bantuan Nontunai

122
BANTUAN: Masyarakat prasejahtera di Kota Magelang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap tiga, di aula Panti Asuhan Kumuda Putra Putri Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).
BANTUAN: Masyarakat prasejahtera di Kota Magelang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap tiga, di aula Panti Asuhan Kumuda Putra Putri Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG–Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap tiga. Bantuan diberikan kepada 1.978 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Magelang, dengan jumlah anggaran sekitar Rp 3 miliar. Secara simbolis, sekitar 350 KPM diundang untuk menerima bantuan tersebut di aula Panti Asuhan Kumuda Putra-Putri Kota Magelang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Hardi Siswantono mengatakan, PKH telah dilaksanakan di Kota Magelang mulai akhir 2015, dengan jumlah KPM sebanyak 1.573. Seiring perkembangan, jumlah KPM mengalami perubahan hingga tahap kedua, sebanyak 1.996 KPM. Termasuk, masih ada satu KPM yang belum menerima bantuan nontunai, karena belum menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai alat transaksi pencairan.

“Pasang surutnya tidak hanya dari sisi jumlah KPM saja, tapi juga tenaga pendukungnya,” kata Hardi mewakili Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, kemarin.

Jumlah tenaga pendukung PKH saat ini ada 1 koordinator, 6 pendamping, dan 1 operator. Ia berharap, jumlah pendamping PKH bisa ditambah. “Tahun ini sudah ada yang mengundurkan diri sebanyak 2 orang, dan 2 orang lagi dalam proses pengajuan. Mereka ada yang menikah, ada juga yang keluar daerah.”

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Kesejahteran Sosial (STKS) Bandung, Dwi Heru Sukotjo, yang mewakili Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa menargetkan, PKH dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan 5-6 persen pada 2019 mendatang. Menuju ke arah sana, pihaknya menghadapi tantangan optimalisasi di semua lini.

Karmila, 35, warga Karet, Magelang Selatan, mengaku lega bisa mencairkan PKH tahap tiga. Ia berencana menarik seluruh nominal bantuan sosial nontunai sebesar Rp 500 ribu untuk keperluan sekolah anaknya. “Uang ini akan saya gunakan untuk biaya sekolah, dan membeli makanan tambahan yang memenuhi gizi baik untuk anak saya.” (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here