Unika Punya Nahkoda Baru

182
SALAM KOMANDO: Prof Budi Widianarko (kanan) siap memberikan tonggak kepemimpinan kepada Prof F Ridwan Sanjaya sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).
SALAM KOMANDO: Prof Budi Widianarko (kanan) siap memberikan tonggak kepemimpinan kepada Prof F Ridwan Sanjaya sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Berakhirnya jabatan sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, selama dua periode, membuat Prof Y Budi Widianarko harus menyerahkan tonggak jabatannya kepada rektor baru yakni Prof F. Ridwan Sanjaya selama empat tahun kedepan.

Selama menjabat sebagai Rektor Unika Soegijapranata, Prof Budi membawa perubahan yang siginifikan terhadap perguruan tinggi tersebut, salah satunya adalah dari segi infastruktur, jumlah mahasiswa, hingga reputasi Unika Soegijapranata dengan berbagai terobosan yang dilakukan. “Ada perubahan yang terlihat sampai tidak terlihat, salah satunya adalah akreditasi insitusi yang telah menyandang predikat A,” kata Prof Ridwan yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/8) siang kemarin.

Rencananya serah terima jabatan antar Prof Budi dan Prof Ridwan, akan dilakukan pada Kamis (31/8) hari ini. Menurut Ridwan, terobosan diberbagai bidang yang dilakukan oleh seniornya tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan jika dibuat prosentase selama kepemimpinan Prof Budi, Unika mengalami peningkatan sampai 6 kali lipat atau 600 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Unika bahkan masuk ke kelompok elite perguruan tinggi yang ada di Indonesia, kami juga sering sekali mendapatkan kepercayaan dari asosiasi perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk menggelar beberapa event dengan skala Nasional maupun Internasional,” jelasnya.

Kemajuan lain Unika selama dinahkodai oleh Prof Budi, lanjut Ridwan adalah,  kepercayaan diri Unika sebagai anggota komunitas mengalami peningkatan, dimana secara tidak langsung mempengaruhi semangat kerja relatif meningkat. “Kata beliau adalah kunci bahwa kemajuan tinggal diraih jika sudah tercapai dari aspek sumber daya manusia, akreditasi, inovasi dan penunjang seperti sarana dan prasarana,” tuturnya.

Sementara itu, Prof Budi Widianarko mengatakan apa yang diraihannya selama ini belum belum maksimal. Menurut dia, sosok pemimpin baru yakni Prof Ridwan Sanjaya adalah sosok yang tepat untuk menjadi Rektor Unika Soegijapranta selama empat tahun kedepan. Apalagi saat ini insan pendidikan dihadapkan dengan era yang berbeda yakni dengan era revolusi teknologi dan informasi disegala bidang. “Prof Ridwan adalah sosok pengganti yang sesuai dengan perkembangan jaman, apalagi beliau seorang ahli IT, yang bisa mengantisipasi segala tantangan dengan menyediakan multi platform, dan tidak bisa menggunakan prinsip business as usual,” tutur Budi.

Dengan berkembangnya teknologi saat ini, janjut Budi insan pendidikan harus lebih waspada dan berhati-hati. Ditambah lagi tantangan yang ada semakin tahun semakin berat dan tentunya berbeda. “Teknologi kalau kita tidak hati-hati akan dilibas, jaman seperti saat ini kita harus bisa memanfaatkan secara bijak yakni dengan menaiki atau berselancar diatas gelombang teknologi,” bebernya.

Bekembangnya teknologi, sambung Ridwan juga akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, dimana tenaga kerja lulusan dari universitas tidak akan dimaknai lagi, sehingga perguruan tinggi harus bisa mensikapinya dengan cara yang berbeda dengan berbagai kelebihan yang ada agar tidak terlambat dalam menghadapi perubahan akibat disruptive innovation.

“Perubahan radikal melalui disruptive innovation ini harus bisa disikapi oleh dunia pendidikan dalam menghadapi perubahan jaman. Misalnya saja dengan mengeyam dunia perkuliahan, bisa mendapatkan value lebih. Salah satunya adalah dengan membuat platform yang terintegrasi dengan dunia kerja, universitas pun melakukan kolaborasi,” sambung Ridwan

Tantangan tersebut bisa disikapi dengan berselancar diatas gelombang teknologi, yang digunakan untuk menjadi lebih baik ataupun minimal sama dalam raihan yang dilakukan oleh Prof Budi. Menurutnya lebih baik mati gaya namun berprestasi daripada bergaya tapi tidak punya prestasi. “Sehingga tantangan kedepan adalah bagaimana membuat Unika Soegijapranata tetap relevan terhadap anak muda untuk terus berkarya, punya peran atau hakikat sosial, berkontribusi bagi masyarakat terutama di Semarang, Jawa Tengah dan Indonesia,” tegasnya.

Setelah dilantik menjadi Rektor, Ridwan mengaku memiliki program kerja, yakni membuat terminology Unikaconnect. Program tersebut kata dia adalah program dalam menjalankan program secara filosofis usaha dari perguruan tinggi,  untuk menghubungkan talenta mahasiswa dengan kesempatan yang ada disekitarnya. Salah satu contohnya adalah kemampuan menulis mahasiswa yang akan dijembatani oleh pihak kampus untuk bisa menyalurkan talentanya yang dimiliki seperti menulis fiksi, sains, atau jurnalistik melalui platform yang dimiliki oleh Unika. “Platform tersebut bisa menjadi bagian dari solusi. Contoh lainnya adalah dimana perusahaan bisa masuk ke data base Unika, jadi mereka bisa memantau mahasiswa mana yang dibutuhkan untuk menjadi karyawan di perushaannya,” ujarnya.

Peran teknologi untuk mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi pun tidak bisa dikesampingkan, dimana dari teknologi kita bisa  berselancar diatas gelombang sebagai media untuk mengantarkan kita dari satu gelombang ke gelombang lain yang menguntungkan bagi semua warga Unika Soegijapranata. “Bukan hanya mahasiswa, namun semua warga kampus bisa menggunakan sarana yang ada untuk berekspresi melalui platform yang ada, jadi mereka bisa merasakan proses pembelajaran dan tertempa telantanya,” katanya.

Disinggung mengenai persaingan antar perguruan tinggi yang ada di Indonesia, pihaknya yakin jika mahasiswa dan Unika bisa bersaing. Bahkan ia menyebut Unika Soegijapranata sebagai rumah harapan bagi semua kalangan untuk melakukan transformasi dalam berkompetensi di dunia kerja. “Semua kalangan bisa masuk kesini, artinya bagi yang tidak mampu namun punya prestasi akan difasilitasi dengan berbagai beasiswa, dan kami tetap yakin bisa berbuat yang terbaik dalam komposisi perguruan tinggi di Indonesia,” pungkas Ridwan. (den/bas)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here