Underpass Jatingaleh Belum Dilengkapi Rambu-Rambu

257
TIDAK MACET LAGI: Underpass Jatingaleh Semarang yang telah dibuka dua arah, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TIDAK MACET LAGI: Underpass Jatingaleh Semarang yang telah dibuka dua arah, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Meski sempat molor, akhirnya proyek underpass Jatingaleh Semarang bisa diselesaikan. Saat ini, underpass telah dibuka. Namun sejumlah permasalahan ditemui di lapangan. Di antaranya, belum adanya kelengkapan rambu-rambu lalu-lintas. Sehingga hal itu membuat pengguna jalan kebingungan. Di sisi lain, pengoperasionalan underpass ternyata berdampak pada pemilik usaha sekitar.

“Jalannya sudah lancar. Dari pagi hingga malam, tidak pernah macet lagi. Tapi dampaknya bagi para pemilik usaha di sekitar underpass agak sepi pembeli, karena jalur ini jadi jalur cepat,” kata salah satu pedagang yang enggan disebut namanya ditemui di sekitar underpass Jatingaleh, Rabu (30/8).

Dikatakannya, jalur cepat cukup mempengaruhi pembeli untuk berhenti. Meski begitu, dia mengaku bersyukur karena kondisi jalan kembali lancar. “Daripada macet, ya mending sekarang sudah lancar. Soal sepi atau tidak, saya pasrah. Yang penting usaha dan rezeki sudah ada yang mengatur,” ujarnya.

Alex, penjual mi ayam mengatakan, saat ini sudah tidak pernah ada kemacetan. “Sudah lancar jaya, sejak pagi hingga malam. Kondisi pembeli mi ayam juga standar aja, karena di sini dekat pasar (Jatingaleh), pembeli tetap ada,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik, mengakui, sementara ini underpass Jatingaleh masih perlu dilengkapi fasilitas pendukung. Di antaranya, kelengkapan rambu-rambu.

“Pengadaan rambu-rambu merupakan satu paket dengan proyek. Kami sudah koordinasikan dengan Satuan Kerja (Satker), masih akan ada penyempurnaan. Baik rambu-rambu, maupun trotoar di ujung Gombel masih disempurnakan,” ujarnya.

Dijelaskan, jalan Jatingaleh merupakan jalan provinsi. Termasuk pengelolaan rekayasa lalu lintas merupakan kewenangan Dishub Provinsi Jateng. “Tapi karena itu berada di wilayah Kota Semarang, maka kami ikut memberikan saran dan masukan.

Menurut Khadik, sejumlah rambu-rambu yang diperlukan, misalnya dari arah exit tol belok kiri. Sedangkan pengendara dari arah utara atau Jalan Dr Wahidin dilarang belok kanan menuju ke Jalan Sultan Agung. Pengendara harus lurus dahulu menuju Jalan Kesatrian, kemudian masuk terowongan Kesatrian, baru menuju arah Jalan Sultan Agung. “Termasuk dari arah Jalan Kesatrian harus belok ke kiri dulu baru masuk terowongan Gombel, kemudian ke arah utara. Itu sebenarnya pengaturan rambu-rambunya sudah masuk paket proyek,” bebernya.

Menurut hasil koordinasi, kata Khadik, informasi batas akhir penyempurnaan akan diselesaikan 31 Agustus 2017. “Saat ini masih proses penyempurnaan oleh Satker Metro. Yang penting masyarakat nanti lancar, tidak macet lagi, semuanya ikut seneng,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here