Semen Indonesia Luncurkan Produk Baru

141
KUAT DAN LENTUR : Maxstrength Cement merupakan semen Portland Slag dengan spesifikasi yang diformulasikan khusus bagi industri ready mix dan precas (istimewa).
KUAT DAN LENTUR : Maxstrength Cement merupakan semen Portland Slag dengan spesifikasi yang diformulasikan khusus bagi industri ready mix dan precas (istimewa).

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan produk varian semen baru dengan merk “Maxstrength Cement”. Peluncuran produk dilakukan Plt Direktur Utama Semen Indonesia, Johan Samudra di hotel JW Marriot Jakarta, Rabu (30/8).

Johan Samudra menjelaskan bahwa Maxstrength Cement yang diproduksi oleh Semen Indonesia merupakan jenis Semen Portland Slag pertama yang diproduksi di Indonesia. Kapasitas produksi mencapai 1.500 ton per hari. Semen Portland Slag telah digunakan secara umum di Eropa, Amerika juga di negara-negara lain di Asia seperti Jepang, Tiongkok dan Singapura.

Produk itu merupakan semen portland slag dengan spesifikasi yang diformulasikan khusus bagi industi ready mix dan precast untuk kebutuhan pembangunan mega structure seperti konstruksi jembatan, flyover, terowongan bawah tanah, skyscrapper dan tower sesuai dengan kebutuhan bangunan masyarakat modern saat ini. Produk baru ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya semen ini  kuat tekan dan kuat lentur yang tinggi, memiliki panas hidrasi yang lebih rendah sehingga meningkatkan keawetan beton terhadap kondisi lingkungan yang agresif, seperti serangan karbonasi, chloride dan sulfat tinggi. Juga mampu memperpanjang usia beton atau bangunan.

“Maxstrength Cement ini cocok untuk bangunan yang membutuhkan kuat lentur yang tinggi seperti jembatan dan flyover. Struktur bangunan lebih awet sehingga bisa mengurangi biaya perawatan” jelas Johan.

Semen Indonesia memiliki strategi sendiri dalam menghadapi persaingan usaha. “Selain terus berekspansi menambah kapasitas untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri, peluncuran varian semen baru kali ini juga menjadi strategi perusahaan untuk tetap mempertahankan pangsa pasar,” pungkasnya. (*/tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here