Petani Kabupaten Semarang Terkendala Sarana

121
BANTUAN : Bupati Semarang Mundjirin saat memeriksa traktor yang diperbantukan untuk para kelompok tani di Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANTUAN : Bupati Semarang Mundjirin saat memeriksa traktor yang diperbantukan untuk para kelompok tani di Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Pengolahan lahan secara manual saat ini masih menjadi kendala petani di Kabupaten Semarang. Akibatnya, pengolahan lahan tidak bisa dilakukan secara cepat. Karena hal itu, Pemkab Semarang memberikan bantuan berupa alat traktor kepada 38 kelompok tani, Rabu (30/8) kemarin.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan pemberian alat pertanian tersebut sebagai bentuk dukungan Pemkab Semarang terhadap program kedaulatan pangan terutama padi. Dimana, pemerintah pusat menetapkan target produksi 228.679 ton gabag kering giling (GKG) untuk para petani di Kabupaten Semarang. “Sampai dengan pertengahan triwulan ketiga tahun ini baru terealisasi 54 persen,” ujar Mundjirin.

Pemberian traktor tersebut, lanjutnya, juga sebagai usaha supaya mempercepat masa tanam padi yang ke dua pada 2017 ini. “Kendala utama para petani adalah keterlambatan pengolahan lahan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual,” katanya.

Mundjirin mengatakan pada 2017 ini Pemkab Semarang berencana membeli 177 traktor dengan dana APBD. “Kami berharap para petani dapat mempercepat proses musim tanam kedua dengan bantuan traktor itu. Sehingga target produksi padi yang ditentukan pemerintah dapat kita penuhi,” ujarnya.

Ditegaskan, meski luasan sawah cenderung menyusut, namun dengan penggunaan alat pertanian dan bibit unggul yang tepat diharapkan hasil panen berupa gabah kering giling tetap dapat meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Urip Triyoga menambahkan pihaknya masih optimistis meski realisasi produksi padi mencapai setengah dari target.

Hal itu dikarenakan masa tanam serentak biasanya terjadi pada bulan Agustus sampai Oktober atau bersamaan dengan musim penghujan. Selain itu, bantuan 20 traktor dari pemerintah pusat juga diharapkan dapat membantu percepatan pengolahan lahan dan musim tanam kedua tahun ini. “Penggunaan traktor akan memperpendek waktu pengolahan lahan yang biasanya sekitar seminggu dengan alat tradisional menjadi hanya dua hari,” terangnya.

Saat ini luasan tanam padi di Kabupaten Semarang baru mencapai 22.283 hektare dari target 41 ribu hektar luas tanam. Sehingga jika para petani lebih cepat memulai musim tanam kedua, diharapkan target dapat terpenuhi.

Sedangkan luasan sawah di Kabupaten Semarang saat ini mencapai 24 ribu hektare. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut terdiri dari 20 paket berupa traktor G.1000, Cultivator dan traktor 6.5 PK yang diberikan kepada 20 kelompok tani.

Sedangkan bantuan alsintan dari APBD Kabupaten Semarang terdiri atas 18 paket berupa sepuluh alat angkut roda tiga dan delapan cultivator diserahkan kepada 18 kelompok tani. Di antara kelompok tani penerima bantuan dari Pusat yaitu kelompok tani Sumber Makmur Desa Jambu Kulon Kecamatan Jambu, Kelomtan Tani Makmur Desa Bumen Sumowono dan Kelomtan Sumber Agung Desa/Kecamatan Pringapus. Sedangkan penerima alsintan dari APBD Kabupaten Semarang di antaranya Kelomtan Sido Rukun Desa Lemahireng Bawen dan Kelomtan Ngudi Raharjo Desa Kenteng Bandungan. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here