Perbaikan Jembatan Ampel, Macet 5 Kilometer

158
MACET PANJANG : Antrean panjang kendaraan menjelang masuk ke Jembatan Ampel Siwalan yang sedang diperbaiki, diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MACET PANJANG : Antrean panjang kendaraan menjelang masuk ke Jembatan Ampel Siwalan yang sedang diperbaiki, diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Kemacetan panjang kembali terjadi pada liburan Idul Adha mendatang, lantaran adanya perbaikan jembatan di Desa/Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Arus lalu lintas yang semula tiga jalur, kini menjadi satu jalur, baik dari arah timur ke barat atau sebaliknya.

Akibatnya kemacetan panjang terjadi hingga 10 kilometer, dari Jembatan Ampel ke barat hingga Kecamatan Ulujami dan ke barat hingga Pasar Wiradesa.  Kemacetan seperti akan terus terjadi hingga akhir tahun 2017 atau Desember mendatang.

Kemacetan terparah terjadi pada pagi dan sore hari, terutama saat karyawan pabrik berangkat dan pulang kerja, yakni dari PT Pisma Gajah Putra dan PT Lojitex. Demikian juga pada malam hari, kemacetan tidak terhindarkan, karena banyaknya kendaraan truk yang melalui Jembatan Ampel tersebut, sedangkan penerangan lampu jalan sangat minim.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Boby Anugrah Rahman, Rabu (30/8) kemarin, mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi adanya kemacetan yang lebih parah dan adanya peningkatan arus kendaraan pada libur Idul Adha, pihaknya akan memberlakukan sistem buka tutup di jalur pantura Pekalongan. Tepatnya di tempat perbaikan Jembatan Ampel, Kecamatan Siwalan.

Menurutnya, di lokasi Jembatan Ampel ini, kerap terjadi antrean kendaraan mencapai 2 hingga 8 kilometer, dari arah barat Jakarta menuju Semarang maupun sebailiknya. “Hingga hari ini, perbaikan Jembatan Ampel sisi utara belum selesai. Perbaikan jembatan memakan waktu cukup lama, sehingga lokasi ini menjadi simpul kemacetan saat liburan panjang,” ungkap AKP Boby.

Sebaiknya, kata Kasatlantas, kendaraan seperti bus dan truk harus menggunakan sisi selatan. Sementara, jembatan darurat hanya bisa dilalui oleh mobil kecil. Itu pun harus jalan satu per satu, serta sepeda motor dan pejalan kaki.

Namun, akibat adanya penyempitan jalur tersebut, terjadi penumpukan arus di kedua ruas jalan tersebut. Khususnya dari arah timur dan antrean juga terlihat mulai Wiradesa atau sekitar 5 kilometer. Sedangkan dari arah barat antrean panjang mulai Ulujami, Pemalang sampai lokasi perbaikan jembatan atau sekitar 5 kilometer. “Jika arus padat, di lokasi jembatan ini akan dilakukan sistem buka tutup. Jalan satu-satunya digunakan secara bergantian. Ada beberapa titik simpul kemacetan di jalur pantura Pekalongan yaitu Jembatan Ampel dan Pasar Wiradesa,” tegas Kasat Lantas. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here