Oktober, Transaksi Non Tunai 100 Persen

113

SEMARANG – Jasa Marga Cabang Semarang akan menerapkan transaksi non tunai di semua gardu tol di wilayahnya mulai Oktober mendatang. Selain untuk mempercepat transaksi dan mengurangi kemacetan, penerapan 100 persen transaksi non tunai ini juga untuk mendukung program non tunai pemerintah.

General Manager Jasa Marga Cabang Semarang, Dwi Winarsa mengatakan, penerapan 100 persen transaksi non tunai akan mulai diberlakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada bulan September, yang akan mulai diberlakukan pada dua gerbang tol yakni Gayamsari dan Kaligawe. Tahap kedua akan diberlakukan pada gerbang tol Tembalang dan Manyaran pada bulan Oktober.

“Saat ini dari empat gerbang tol yang ada, terdapat 32 gardu, yang terdiri dari 14 gardu tol otomatis (GTO), dan 18 gardu reguler. Gardu tol reguler ini nantinya akan dirubah menjadi gardu mutli fungsi. Yaitu gardu yang bisa melayani transaksi non tunai semua golongan,” ucapnya, kemarin.

Sejauh ini, lanjutnya, penggunaan transaksi non tunai di gerbang tol wilayahnya masih minim. Kendaraan yang melintas setiap hari rata-rata 140 ribu kendaraan dengan transaksi sekitar Rp370 juta per hari. Dari total tersebut, hanya sekitar 30 persen berasal dari transaksi non tunai.

Padahal, penggunaan transaksi non tunai dinilai mampu mempercepat transaksi tol, sehingga akan mengurangi kemacetan. “Transaksi reguler selama ini memakan waktu sekitar 6 – 10 detik, sedangkan transaksi non tunai bisa kurang dari 4 detik tiap transaksinya. Kalau ini diterapkan 100 persen, tentu akan mengurangi kemacetan,” katanya.

Deputi General Manager Operation Jasa Marga Cabang Semarang Aprimon, menambahkan, meski semua gerbang tol nantinya akan otomatis, namun pihaknya masih tetap menempatkan petugas untuk menjual kartu e-toll dan beberapa di gardu multi fungsi.

“Tiga atau dua gardu nanti masih dijaga oleh satu orang petugas, sebagai antisipasi masyarakat yang belum memiliki kartu e-toll,” ujarnya.

Sosialisasi, lanjutnya, juga terus dilakukan menjelang penerapan 100 persen transaksi non tunai ini. “Di level cabang  kita memberikan informasi kepada masyarakat, melalu papan informasi yang kita pasang di setiap gardu, yang menginformasikan bahwa mulai Oktober akan diberlakukan trnasksi non tunai,” tandasnya. (dna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here