Korban Kecelakaan Peroleh Santunan Rp 50 Juta

185
EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

UNGARAN–Korban kecelakaan beruntun di Jalan Sukarno Hatta tepatnya di depan PT Apac Inti Corpora Kecamatan Bawen, akan memperoleh santunan sebesar Rp 50 juta. Hal itu dikatakan oleh Pelaksana Administrasi PT Jasa Raharja Unit Ungaran, Ananti Putri.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Pebruari 2017, tentang Besar Santunan Dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. “Maka ahli waris korban kecelakaan Bawen akan mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta,” kata Ananti, Rabu (30/8) kemarin.

Sementara itu, bagi korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit, Jasa Raharja telah memberikan jaminan perawatan maksimal Rp 20 juta kepada pihak rumah sakit. “Untuk korban meninggal dunia, hari ini langsung kita proses. Demikian juga untuk yang dirawat, kita sudah memberikan jaminan ke rumah sakit dengan plafon maksimal Rp 20 juta,” tuntasnya.

Diungkapkan pula tiga korban meninggal yang sebelumnya belum terientifikasi saat ini sudah diketahui identitasnya. Antara lain Sri Sukardi, 74, warga Kauman Kidul RT 3 RW 2 Pringapus. “Selain itu Juremi, 38, warga Dusun Geneng RT 1 RW 4 Bawen dan Taufiq, 46, warga Kebonharjo RT 10 RW 5 Semarang Utara,” ujar Ananti.

Berdasarkan data Rumah Sakit Ken Saras sebelumnya menyebutkan, hanya dua korban meninggal dunia yang sudah terdentifikasi dari lima korban meninggal dunia dari kecelakaan tersebut. Kedua korban meninggal yang sudah teridentifikasi sebelumnya yaitu Zamzirah, 72, warga Tambak Rejo RT 01/RW 08 Kecamatan Bawen dan Johan Wijaya, warga Tambakboyo RT 5 RW 1, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. “Korban atas nama Taufik merupakan sopir dari truk kontainer, penyebab utama kejadian tersebut,” kata Ananti.

Diakui Ananti, pihaknya mengaku kesulitan mengumpulkan data identitas para korban. Pasalnya saat memantau proses evakuasi di lapangan, hanya satu korban saja yang langsung bisa diidentivikasi berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) korban. Sementara empat korban lainnya, berhasil diidentifikasi di Rumah Sakit Ken Saras setelah satu persatu keluarga ahli waris datang.

“Baru Selasa (29/8) pukul 22.30 kami sudah kantongi semua data korban. Kami edukasi pihak ahli waris untuk mengumpukan data-data yang kami perlukan untuk pencairan santunan,” katanya.

Data resmi kepolisian menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 13.45. Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP menabrak truk bermuatan kayu nomor polisi H 1578 RG dan mobil boks H 1847 HD. Truk juga menabrak enam motor dan beberapa warung.

Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso menyebutkan jumlah korban meninggal dalam kecelakaan itu sebanyak tiga orang dan korban luka delapan orang. Data ini berbeda dari yang disampaikan pihak rumah sakit bahwa korban meninggal sebanyak lima orang.

“Laporan yang masuk korban meninggal dunia tiga, semua kita evakuasi ke rumah sakit Ken Saras. Sedangkan kerusakan bangunan meliputi warung es kelapa muda, tiga warung makan nasi dan beberapa warung lainnnya,” kata Thirdy.

Bedasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.45, truk kontainer berjalan dari arah Bawen menuju Semarang. Setibanya di Jalan Semarang-Solo kilometer 32 yang kondisinya turunan tajam, truk diduga mengalami rem blong, sehingga kendaraan itu oleng ke kanan dan membentur beton pembatas jalan.

Setelah itu, truk kemudian oleng ke kiri dan menabrak truk bermuatan kayu yang dikemudikan Pendi Sutisna, 34, warga Rancabango, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Truk tersebut lantas menabrak mobil boks yang dikemudikan oleh Udi Riyanto, 37, warga Sidorejo, Tambangan, Mijen Kota Semarang.

Selanjutnya truk kontainer masih berjalan, namun sudah tidak terkendali dan kembali oleng ke kiri menabrak deretan warung dan sepeda motor yang parkir di kiri jalan. Setelah meluluhlantakkan bangunan, truk kontainer tersebut lantas terguling dengan kondisi kepalanya hancur. “Sopir kontainer tewas di lokasi kejadian. Kami masih selidiki penyebab kecelakaan ini, dari Korlantas Polri juga hadir tim analyst accident,” jelas Thirdy. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here