Khawatir Pencurian Beras, Gubernur Sidak Bulog

168
PERIKSA STOK BERAS : Gubernur Ganjar Pranowo dengan Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari didampingi kepala Bulog Batang Tarno saat memeriksa stok beras (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
PERIKSA STOK BERAS : Gubernur Ganjar Pranowo dengan Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari didampingi kepala Bulog Batang Tarno saat memeriksa stok beras (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Gubernur Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog 606 Kandeman Batang, saat melakukan kunjungan di Kabupaten Batang, Rabu (30/8) kemarin. Gubernur mengkhawatirkan terjadinya kasus pencurian beras sebagaimana di Gudang Bulog Randugarut, Semarang yang kehilangan 600 ton beras sehingga merugikan negara senilai Rp 6 miliar.

“Kunjungan saya kesini untuk memastikan kasus pencurian yang sama tidak terjadi disini,” kata Ganjar setelah memeriksa beras di gudang bulog yang didampingi Kepala Bulog 606 Batang, Tarno.

Diceritakan Ganjar bahwa pada 27 Agustus lalu, dirinya menerima surat dari Satuan Pengawas Internal (SPI) Bulog Divisi Regional (Divre) Jateng yang menjelaskan bahwa pencurian beras dilakukan oleh orang dalam sendiri. Dengan modus, membuat gua di tengah tumpukan beras lalu tengahnya ditutupi karung beras. Namun pelaku sudah ditangkap, sehingga kini terancam dipecat. “Saya mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan Bulog menindak tegas anak buahnya yang melakukan pelanggaran,” serunya.

Ketika disinggung terkait stok beras di Jateng, Ganjar menerangkan bahwa stok masih aman sampai tujuh bulan ke depan. Saat ini, total stok beras ada 240 ribu ton, yang tersebar di seluruh Gudang Bulog di Jateng. “Bahkan ini termasuk berlebih. Untuk itu, kelebihan tersebut nantinya akan dikirim ke provinsi lain yang meminta,” katanya.

Sementara Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari mengatakan bahwa supaya peristiwa di Semarang tidak terulang lagi, pihaknya secara internal melakukan pengecekan di seluruh gudang di Jateng secara keseluruhan. Terkait masalah anak buahnya yang melanggar, pihaknya telah menonaktifkan oknum tersebut dan akan dipecat. “Pada 24 Agustus lalu, kami telah melaporkan para pelaku ke Kejaksaan Tinggi untuk diproses hukum,” katanya.

Ke depan pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah preventif/mencegah dan kuratif/memperbaiki untuk menghindari agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Salah satunnya dengan memperbaiki sistem pencatatan dan pengawasan yang lebih diperketat. Langkah Kuratif yaitu akan ditindak tegas yang melakukan kecurangan seperti yang dilakukan gudang di Semarang.

“Pokoknya kami akan melakukan penindakan tegas terhadap karyawan Bulog yang melanggar,” tandasnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here